Universitas Airlangga Official Website

Hadirkan Solusi Kesehatan hingga Teknologi, ACDH Bantu Atasi Masalah Masyarakat Perbatasan

Tiga orang perempuan dan satu laki-laki mengamati instalasi hidroponik dari ember di area sempit perumahan, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat berbasis teknologi di wilayah perbatasan
Penyampaian pemakaian produk tanaman herbal kepada masyarakat (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meneguhkan komitmennya dalam mengabdikan diri pada masyarakat melalui kegiatan Airlangga Community Development Hub (ACDH). Kegiatan tersebut menyasar wilayah perbatasan Indonesia-Singapura. Memasuki tahun keempat, kegiatan kali ini berfokus di Batam Kecamatan Belakang Padang, pulau terluar yang berbatasan dengan Singapura. Rangkaian kegiatan berlangsung pada Rabu-Kamis (17-18/9/2025) menghadirkan kolaborasi lintas fakultas, mitra universitas dalam negeri, hingga perguruan tinggi luar negeri.

Koordinator ACDH, Irfan Wahyudi SSos MComms PhD menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi UNAIR untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat perbatasan. Kesempatan itu memberikan ruang untuk merespons dan menyampaikan isu-isu kesehatan. Seperti pencegahan stunting, sanitasi, kesehatan gigi hingga penyampaian produk tanaman herbal serta pengenalan budaya Melayu kepada siswa SD 04 Belakang Padang. 

“Selain itu, juga ada sosialisasi tindak pidana pencegahan perdagangan orang. Di sini sosialisasi dilakukan oleh FH dan FISIP dan Psikologi. Dan kegiatan di Belakang Padang dilakukan oleh Fakultas Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kedokteran Gigi, Ilmu Budaya, FIKKIA Banyuwangi,” ungkap Irfan.

Seorang narasumber dari ACDH UNAIR memberikan edukasi kepada warga dalam kegiatan pelatihan komunitas di Batam, dengan topik pemberdayaan masyarakat dan pencegahan perdagangan orang, bagian dari program Airlangga Community Development Hub 2025
Penyampaian sosialisasi pada masyarakat Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam (Foto: istimewa)

Dalam pelaksanaannya, UNAIR bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Batam dan Universitas RIAU Kepulauan (UNRIKA) sebagai mitra. “Sebelumnya, di situ ada perjanjian penandatanganan kerja sama antara FISIP UNAIR dengan FISIP UNRIKA. Juga sekaligus FH UNAIR dengan FH UNRIKA,” lanjutnya. 

Tak hanya bermitra dengan UNRIKA saja, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji. Selain itu, juga melibatkan universitas luar negeri seperti Universiti Teknologi Malaysia, dan Singapore Management University (SMU).

Lebih lanjut, pada tahun keempat ini program ACDH memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tidak hanya dalam bentuk edukasi. Tahun ini, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) UNAIR menyumbangkan peralatan yaitu solar panel untuk charging station. “Sebelumnya UNAIR tahun lalu membangun monumen di Desa Busung dan ada pelantar Jeti yang dipasang di Desa Pemuda Pintan,” ujarnya. 

Menariknya, pemberian program hingga pemberian peralatan ini mendapat respons sangat positif dari masyarakat dan berharap dapat berkelanjutan hingga memberi dampak luas. “Selain itu, kegiatan ini akan memberi stimulan agar fakultas dapat mandiri melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dan juga semakin menarik perhatian dari institusi asing untuk bergabung dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Tentu saja yang bermitra dengan UNAIR,” tutupnya.

Penulis: Adinda Octavia Setiowati

Editor: Yulia Rohmawati