Universitas Airlangga Official Website

Hubungan antara Kepatuhan Penggunaan APD dengan Dampak Paparan Sianida di Area HLO

Sumber: Tekno Minerba
Sumber: Tekno Minerba

Industri pertambangan memegang peran penting dalam menyediakan sumber energi yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, di balik kontribusinya, aktivitas tambang menyimpan banyak potensi bahaya, termasuk paparan zat beracun seperti sianida. Salah satu cara melindungi pekerja dari risiko ini adalah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sayangnya, tingkat kepatuhan dalam penggunaan APD di sektor ini masih tergolong rendah. Bagaimana hubungan antara kepatuhan penggunaan APD dengan dampak paparan sianida? Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut, khususnya di area Heap Leach Operation (HLO) PT. Bumi Suksesindo.

Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD memengaruhi risiko dampak paparan sianida di area HLO. Dengan mengetahui hubungan ini, diharapkan dapat ditemukan strategi untuk meningkatkan keselamatan kerja dan mengurangi potensi bahaya di lingkungan tambang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasional analitik dan desain cross-sectional. Peneliti melibatkan 33 pekerja dari bagian irigasi di area HLO sebagai populasi penelitian. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yang dirancang untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan penggunaan APD dan dampaknya terhadap paparan sianida. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan koefisien kontingensi untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara kedua variabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (60,6%) tidak mengalami dampak paparan sianida. Namun, hubungan antara kepatuhan penggunaan APD dan dampak paparan sianida terbilang sangat lemah, dengan nilai koefisien kontingensi c=0,141. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan APD penting, ada faktor-faktor lain yang mungkin lebih dominan dalam memengaruhi risiko paparan sianida di area tersebut.

Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kepatuhan penggunaan APD dan dampak paparan sianida sangat lemah. Meski demikian, penggunaan APD tetap harus menjadi prioritas, mengingat potensi bahaya yang ada di lingkungan tambang. Perusahaan perlu meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya APD melalui pelatihan dan pengawasan ketat. Selain itu, faktor lain seperti pengelolaan lingkungan kerja dan pengendalian paparan kimia juga harus mendapat perhatian untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pekerja. Dengan memperkuat berbagai aspek keselamatan kerja, industri tambang dapat terus berkontribusi pada ekonomi tanpa mengorbankan kesehatan para pekerjanya.

Penulis: Dr. Abdul Rohim Tualeka, drs., M.Kes

Link: https://e-journal.unair.ac.id/MGK/article/view/47636/29218