Universitas Airlangga Official Website

Hubungan Antara Radang Gusi Dengan Siklus Haid

Sumber: Redaksi Satu
Sumber: Redaksi Satu

Kesehatan rongga mulut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi hormonal. Pada remaja wanita, terutama selama masa pubertas, perubahan hormonal yang signifikan dapat memengaruhi jaringan oral, seperti gingiva. Hormon estrogen dan progesteron, yang meningkat selama menstruasi, dapat meningkatkan sensitivitas jaringan gingiva, memicu inflamasi, dan menyebabkan pembesaran gingiva atau gingival enlargement. Kondisi ini dikenal sebagai hormonal gingivitis atau menstrual gingivitis.

Efek hormonal terutama terasa selama fase-fase tertentu dalam kehidupan wanita, termasuk pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menopause. Selama periode ini, kadar hormon berfluktuasi secara signifikan, yang dapat memperburuk sensitivitas gingiva dan menyebabkan peradangan. Pada saat menstruasi, naik turunnya kadar estrogen dan progesteron dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut yang lebih nyata. Hal ini dapat menyebabkan gusi menjadi meradang dan lebih rentan terhadap invasi bakteri, sehingga diperlukan perhatian oleh dokter gigi. Perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi juga memengaruhi komposisi air liur, yang berpotensi meningkatkan kemungkinan timbulnya gingivitis atau kondisi kesehatan mulut lainnya.

Pemahaman tentang mekanisme gangguan hormonal pada rongga mulut, terutama pada remaja, menjadi penting bagi dokter gigi dalam memberikan perawatan yang tepat. Pendekatan yang holistik diperlukan, tidak hanya untuk mengatasi gejala oral, tetapi juga untuk membantu mengelola faktor hormonal. Penelitian dan penanganan yang lebih terarah terhadap hubungan antara hormon, stres, dan kesehatan oral dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.

Systematic review ini berupaya memberikan studi komprehensif tentang radang gusi saat menstruasi dengan menggabungkan temuan dari berbagai penelitian dan menyelidiki gejala klinis, mekanisme yang mendasari, dan faktor yang berkontribusi. Selain itu, artikel review ini juga berupaya menyoroti implikasi yang lebih luas dari kesehatan hormonal pada kesehatan periodontal dengan memeriksa studi kasus dan literatur yang ada. Studi ini menekankan perlunya pendekatan multidisiplin untuk meningkatkan perawatan pasien bagi individu yang menderita radang gusi saat menstruasi dan kesulitan kesehatan mulut terkait hormon lainnya.

Metode

Studi ini merupakan tinjauan pustaka yang dilakukan pada akhir tahun 2024, yang melibatkan pencarian sistematis terhadap berbagai kepustakaan yang relevan dengan menggunakan kata kunci dan operator Boolean (AND, OR, AND NOT) dalam jurnal atau artikel yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024. Pencarian difokuskan pada istilah seperti “siklus menstruasi dan penyakit gusi” ATAU “menstruasi dan radang gusi.” Kriteria inklusi adalah penelitian yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir, tersedia dalam teks lengkap dapat diakses secara terbuka, dan ditulis dalam Bahasa Inggris. Sedangkan kriteria eksklusi mencakup pustaka non-Bahasa Inggris, review, artikel yang tidak dapat secara terbuka, dan yang berusia lebih dari 5 tahun. Data dikumpulkan dengan membaca secara komprehensif dan mengekstraksi detail seperti judul, penulis, tahun, tujuan penelitian, metodologi, dan temuan, yang kemudian dianalisis untuk mengembangkan kesimpulan dan rekomendasi yang menjawab pertanyaan penelitian. Literatur disaring berdasarkan judul dan abstrak, dan teks lengkap dievaluasi untuk memastikannya memenuhi kriteria yang ditentukan.

Hasil dan Diskusi

Ditemukan 5 (lima) artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Mentrual gingivitis adalah peradangan gusi yang disebabkan oleh perubahan hormonal selama siklus menstruasi. Kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh tingginya kadar estrogen dan progesteron, yang meningkatkan permeabilitas pembuluh darah dan aliran darah di jaringan gingiva, sehingga menyebabkan peradangan bahkan tanpa adanya pembentukan plak yang signifikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa perubahan hormonal membuat jaringan gingiva lebih sensitif terhadap keberadaan bakteri, sebagaimana dibuktikan oleh meningkatnya insiden patogen seperti P. intermedia, yang tumbuh subur pada substrat hormonal.

Hormon progesteron berkontribusi terhadap peradangan dengan meningkatkan produksi prostaglandin dan merangsang pergerakan leukosit polimorfonuklear ke area gingiva. Selain itu, progesteron mendukung pertumbuhan bakteri anaerob, seperti Prevotella intermedia, yang memanfaatkan hormon ini sebagai sumber nutrisi. Di sisi lain, estrogen mepengaruhi proliferasi dan keratinisasi epitel gingiva sekaligus meningkatkan peradangan, bahkan tanpa adanya plak yang signifikan. Menstrual gingivitis biasanya muncul beberapa hari sebelum menstruasi, yang menunjukkan bahwa penyebab yang mendasarinya mungkin adalah peningkatan kadar progesteron. Telah diketahui dengan baik bahwa kadar progesteron meningkat pada fase luteal, tepat sebelum menstruasi dimulai. Efek kondisi ini paling terlihat selama masa pubertas, ketika kadar estrogen dan progesteron mengalami fluktuasi yang lebih signifikan. Menstrual gingivitis ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan pertumbuhan jaringan gingiva yang berlebihan, terutama pada anak perempuan berusia 10 hingga 13 tahun, yang berhubungan dengan puncak perubahan hormonal. Fenomena ini berkembang selama fase luteal dari siklus tersebut, ketika kadar progesteron berada pada puncaknya, yang menyebabkan gejala seperti pendarahan dan hipertrofi gingiva.

Judul artikel:  Associations between menstrual cycle and gum disease

Nama journal:

World Journal of Advanced Research and Reviews (WJARR)

Tahun 2025 Vol 25 No 01 halaman 1873-1877

Publisher: World Journal Series; ISSN 2581-9615

Penulis: Aqsa Sjuhada Oki, Cheng Hwee Ming, Michelle Liong, Zalsabilla Faratria Dinda Hapsari, Tasya Horax