Thalassemia merupakan penyakit herediter langka yang menyebabkan defisiensi sintesis hemoglobin. Transfusi darah berulang pada individu dengan transfusion-dependent thalassemia (TDT) mengakibatkan kelebihan zat besi dan pengendapan di jaringan tubuh, yang menyebabkan malfungsi endokrin, termasuk paratiroid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar ferritin serum dengan kadar hormon paratiroid pada pasien TDT.
Studi potong lintang dilakukan pada pasien TDT dewasa yang menerima transfusi darah di Rumah Sakit Akademik Umum Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia dari Januari hingga Juni 2023. Ferritin serum diukur menggunakan enzim-linked fluorescence assay (ELFA), sedangkan hormon paratiroid diukur menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Analisis korelasi Spearman digunakan untuk mengetahui hubungan antara kadar ferritin serum dengan hormon paratiroid.
Sebanyak 46 pasien TDT dilibatkan dalam penelitian ini, dengan usia rata-rata 25 tahun dan didominasi oleh laki-laki (56,5%). Kadar rata-rata ferritin serum dan hormon paratiroid masing-masing adalah 5.672,90 ng/mL (min-maks: 596,80–24,014,58 ng/mL) dan 29,80 pg/mL (min-maks: 10,61–97,01 pg/mL). Analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya korelasi negatif yang tidak signifikan secara statistik antara serum ferritin dan hormon paratiroid pada pasien TDT (r = -0,166; p=0,270).
Ferritin serum berkorelasi terbalik, namun tidak signifikan, dengan hormon paratiroid pada pasien TDT, menunjukkan bahwa gangguan fungsi paratiroid mungkin berhubungan dengan peningkatan ferritin serum.
Penulis: Prof. Dr. Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro, dr. Sp.PD.K-HOM.FINASIM
Baca juga: Global Globin Network untuk Talasemia





