UNAIR NEWS – Berawal dari keinginan untuk mencari pengalaman baru di luar kelas, tim UNAIR cetak Juara Favorit Kategori Presentasi PKM-RSH 1 pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). PIMNAS merupakan rangkaian puncak dari PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang terselenggara pada Minggu-Jumat (23-28/11/2025) di Universitas Hasanuddin.
Tim tersebut diketuai oleh Tony Gunawan (FEB) dan beranggotakan Nafiesa Zahra (FISIP), Lailatul Qiroati (FEB), Raja Van Den Bosch Sihotang (FST), dan Kanina Hitasukha (FPsi). Dalam pengerjaannya, tim berada di bawah bimbingan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Noven Suprayogi SE MSi Ak.
Angkat Bidang Budaya
Bersama timnya, Tony mengusung riset yang berjudul Revitalisasi Ludruk sebagai Media Psikoedukasi dan Daya Tarik Wellness Tourism melalui Expressive Arts Therapy untuk Kesehatan Mental Remaja Akhir Surabaya. “Ide ini harapannya dapat membuka peluang baru bagi Surabaya untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan,” tuturnya.
Tony menjelaskan bahwa pemilihan ide tersebut berdasarkan pada meningkatnya isu kesehatan mental remaja, serta urgensi revitalisasi Ludruk yang mulai kehilangan relevansi di generasi muda. “Melalui penggabungan seni tradisi dengan pengalaman terapeutik, model ini harapannya mampu memberikan dampak pada kesehatan mental remaja dengan cara yang lebih menarik, inklusif, dan mudah diterima,” jelasnya.
Tantangan dan Harapan Berinovasi
Tony merasa perjalanan timnya di PIMNAS menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus penuh tantangan. Sejak lolos pendanaan hingga tahap presentasi final, Tony dan timnya terus belajar menyempurnakan penelitian, mengolah data secara lebih detail, dan menyiapkan presentasi yang matang. Namun, di tengah proses itu, mereka menghadapi tekanan waktu.
“Revisi yang intens bersama dosen pembimbing, serta rasa gugup menjelang presentasi akhir. Meski begitu, semua tantangan tersebut dapat kami lewati. Berkat komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, dan komitmen untuk saling mendukung hingga akhir,” imbuhnya.
Di masa yang akan datang, Tony berharap dapat terus mengembangkan inovasi yang sudah terbangun selama PIMNAS. Baik melalui penelitian lanjutan, kolaborasi dengan institusi, atau implementasi nyata di masyarakat. “Kami ingin pengalaman ini menjadi motivasi untuk menghasilkan karya yang lebih berdampak. Sekaligus mendorong adik-adik tingkat agar berani mencoba dan berprestasi di kancah yang lebih luas,” tegasnya.
Penulis: Uswatun Khasanah
Editor: Yulia Rohmawati





