Universitas Airlangga Official Website

Identifikasi Molekuler Ikan Cupang Liar dari Bangka Belitung

Sumber: Generasi Biologi
Sumber: Generasi Biologi

Indonesia memiliki keanekaragaman ikan yang luar biasa, dengan setidaknya 26% spesies ikan dunia menghuni perairannya, termasuk 1.272 spesies ikan air tawar yang hanya ada di Indonesia. Selain itu, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki jumlah endemisitas yang signifikan; setidaknya 141 spesies ikan air tawar endemik tersebar di negara ini. Namun, 1/3 dari ikan air tawar tersebut terancam punah karena kerusakan habitat alami dan kehadiran ikan invasif. Cupang Bleeker dikenal sebagai genus yang paling beragam dalam famili Osphronemidae. Kurang lebih, 65 spesies cupang berada di Asia Tenggara. Spesies-spesies ini diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori yang berbeda. Setidaknya 52 spesies diantaranya ditemukan di Indonesia. Cupang uberis merupakan anggota dari kelompok Betta coccina dan pertama kali didokumentasikan di pulau Kalimantan pada tahun 2006. Dalam ekspedisi kami baru-baru ini di Pulau Belitung, kami menemukan spesies yang sangat mirip dengan Betta uberis berdasarkan ciri-ciri morfologinya. Kami menggunakan metodologi genetik untuk melakukan identifikasi tambahan untuk memastikan kedekatan kedua spesies tersebut. Kami menggunakan teknik DNA barcoding dengan memanfaatkan gen sitokrom oksidase subunit 1 yang terdapat pada DNA mitokondria. Gen COI telah digunakan sebagai instrumen standar untuk identifikasi spesies oleh para ilmuwan. Gen ini memberikan dasar yang dapat diandalkan untuk membedakan berbagai spesies hewan. Memanfaatkan gen COI sebagai metode identifikasi spesies telah terbukti efektif dalam mengidentifikasi ikan air tawar di Indonesia. Selain memvalidasi spesies, penelitian ini bertujuan untuk memperluas basis pengetahuan spesies ikan air tawar melalui analisis DNA molekuler. Selain itu, kami akan memastikan registrasi barcode DNA di NCBI GenBank, yang akan memfasilitasi identifikasi spesies menggunakan teknik molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang berharga mengenai keanekaragaman hayati, keragaman genetik, dan sejarah hidup spesies. Pada akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk mempromosikan pengembangan dan implementasi kebijakan konservasi.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa spesimen ikan cupang Betta cf. uberis diidentifikasi melalui studi morfologi dan molekuler dalam penelitian ini. Secara morfologi, cupang jenis Betta cf. uberis berkerabat dekat dengan Betta uberis, namun DNA barcoding memberikan gambaran yang berbeda. Analisis gen COI menunjukkan bahwa sekuen genetik cupang cf. uberis dari Pulau Belitung memiliki kemiripan sekitar 94,41% dengan cupang dari Kalimantan. Selain itu, sekuens dengan varians 3% atau lebih besar umumnya diklasifikasikan sebagai spesies yang berbeda. Perbedaan evolusi antara Betta cf. uberis dan Betta uberis cukup signifikan, dengan jarak genetik sebesar 0,057. Kedua spesies ini menunjukkan 33 perbedaan basa nukleotida dari rata-rata 626 pasangan basa.

Citasi: Syarif, A. F., Valen, F. S., Kurniawan, A., Herjayanto, M., Mamat, N. B., Ottoni, F. P., Andriyono, S & Hasan, V. (2025). Unveiling the First DNA Barcoding of Betta cf. uberis Fish (Anabantiformes: Osphronemidae) from Belitung Island, Indonesia. Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries29(1), 2023-2036.

Tulisan lengkap link: https://ejabf.journals.ekb.eg/article_411476.html