Universitas Airlangga Official Website

Ikuti MBSC Ke-XXVI, Delegasi UNAIR Berikan Kontribusi Nyata Edukasi dan Konservasi

Delegasi Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Airlangga (WANALA UNAIR) saat berpartisipasi dalam kegiatan bergengsi Meru Betiri Service Camp XXVI (MBSC XXVI) (Foto: Dok. WANALA)

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Airlangga (WANALA UNAIR) baru saja merampungkan partisipasinya dalam kegiatan bergengsi Meru Betiri Service Camp XXVI (MBSC XXVI). Mengusung tema “Vamsadhara, Jagati Saharaya Meru Betiri”, kegiatan konservasi yang berlokasi di Pantai Sukamade, Banyuwangi ini sukses mendidik kader-kader muda lingkungan dari seluruh Indonesia.

WANALA UNAIR mengirimkan dua delegasinya, Ahmad Gunawan (Diklatsar 46) dan Hafshah (Diklatsar 46). Sejak Senin (29/09/2025) hingga Kamis (4/10/2025), keduanya aktif menyerap ilmu dan berpartisipasi dalam aksi konservasi langsung di habitat penyu terbesar di Jawa.

Perjalanan delegasi bermula pada hari ke-1, Senin (29/9/2025), dengan 57 total peserta yang melakukan registrasi di Kantor TNMB. Delegasi harus menghadapi tantangan terbesar datang saat rombongan harus menempuh perjalanan darat yang memakan waktu hingga 7-8 jam menuju Sukamade.

WANALA UNAIR mengirimkan dua delegasinya, Ahmad Gunawan (Diklatsar 46) dan Hafshah (Diklatsar 46) (Foto: Dok. WANALA)

“Medan menuju Sukamade benar-benar menguji fisik dan mental. Namun pemandangan hutan tropis Taman Nasional Meru Betiri seketika membayar lunas semua lelah,” ujar Hafshoh. Setelah upacara pembukaan, malam harinya diisi dengan ramah tamah dan pre-test. Pre-test ini menjadi tolok ukur awal pengetahuan para peserta sebelum tersaji berbagai materi konservasi.

Puncak dari enam hari adalah Kamis (2/10/2025). Delegasi WANALA UNAIR mengikuti pelepasan dan pengamatan tukik. Hari ke-5, Jumat (3/10/2025) didedikasikan sepenuhnya untuk pengaplikasian lapang. Delegasi menerapkan semua teknik yang telah dipelajari. Mulai dari analisa vegetasi, pengamatan burung, hingga pengamatan masyarakat. Sesi ini berlanjut dengan diskusi hasil dan pemaparan hasil, di mana mereka akan mempresentasikan data yang mereka kumpulkan di lapangan. Post-test, sarasehan, makrab, dan pembagian hadiah menjadi penutup kegiatan tersebut.

Hari ke-6, Sabtu (4/10/2025) sebelum upacar penutupan,  delegasi WANALA melakukan satu aksi terakhirnya yaitu penanaman pandan laut. Pandan Laut adalah benteng alam bagi Sukamade, akarnya yang kuat menahan abrasi, menjaga pantai tempat para penyu bertelur. Tindakan menanam ini adalah penanda spiritual: mereka tidak hanya membawa ilmu pulang, tetapi juga meninggalkan akar di sana.

“Kami meninggalkan pandan laut di pantai itu sebagai pelindung selama kami tidak ada, pohon itu akan menjaga rumah para penyu,” tutur Hafshah sebelum upacara penutupan dan memulai perjalanan pulang yang panjang.

Melalui partisipasi ini, delegasi WANALA UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam berkontribusi dan berintegritas dalam kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam Indonesia. “MBSC XXVI tidak hanya memberikan kami ilmu di kelas. Tetapi pengalaman langsung di alam yang membentuk kami menjadi Kader Konservasi,” imbuhnya.

Penulis: Delegasi WANALA

Editor: Yulia Rohmawati