Universitas Airlangga Official Website

Indeks Pengungkapan Pelaporan Keuangan Internet Bisnis E-Commerce di Media Sosial

Indeks Pengungkapan Pelaporan Keuangan Internet Bisnis E-Commerce di Media Sosial
Ilustrasi Manajemen Keuangan E-Commerce (sumber: Sribu)

Hampir seluruh masyarakat dunia mengenal istilah media sosial. Teknologi berbasis komputer ini memfasilitasi pengungkapan dan pengambilan informasi secara online. Pertumbuhan internet yang pesat memungkinkan bisnis berkomunikasi dengan investor dengan cara baru. Investor dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan dengan membaca situs web organisasi. Website adalah salah satu bentuk media sosial, seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, LinkedIn, Instagram, dan lain-lain. Pada bulan April 2013, SEC menyetujui media sosial untuk pengungkapan material, dengan syarat perusahaan memberi tahu pihak yang berkepentingan terlebih dahulu (Basuony et al., 2022; Cade, 2018; Lei et al., 2019; Yang et al., 2018). Para pendukung media sosial mengatakan pilihan ini bersifat berpikiran maju dan sesuai dengan komunikasi modern. Sebagian besar komunikator profesional dan perusahaan investasi curiga terhadap pengungkapan media sosial.

Menurut teori struktur mikro pasar, salah satu kesulitan seleksi merugikan yang dihadapi para pengambil keputusan adalah informasi spesifik perusahaan non-publik. (Frank dkk., 2020). Indeks pelaporan keuangan internet (IFR) dapat mengidentifikasi sejauh mana materi yang diungkapkan di media sosial bermanfaat bagi investor. Kajian ini masih menarik khususnya bagi pelaku bisnis e-commerce. Bisnis ini sangat berbeda dengan bisnis tradisional (O’Leary, 2018), dimana sistem informasi akuntansi merupakan sistem internal yang tertutup dan tidak memungkinkan investor mengakses sebagian dari sistem akuntansi (Javid et al., 2019).

Potensi media sosial dalam meningkatkan nilai perusahaan cukup signifikan dalam menyebarkan laporan keuangan (Boylan & Boylan, 2017). Sebuah perusahaan dapat mengelola persepsi investor secara efektif dengan berpartisipasi dalam melakukan komunikasi informal tentang perusahaan di media sosial (Cade, 2018). Al-Sartawi (2020) mengatakan hampir 84% perusahaan di GCC mengungkapkan keuangannya melalui media sosial. Bank dkk. (2019) meneliti dampak risiko penggunaan Twitter sebagai penyedia layanan mikroblog terhadap imbal hasil saham. Perubahan signifikan terjadi dalam penciptaan dan distribusi informasi perusahaan karena berkembangnya media sosial sebagai saluran pengungkapan perusahaan (Lei et al., 2019).

Pilihan platform jejaring sosial, seperti Facebook dan LinkedIn, meningkatkan pelaporan berbasis web (Khlifi, 2021). Tren penelitian ini belum terungkap dalam skema penelitian berbasis bisnis e-commerce yang lebih membahas dampak model bisnis terhadap biaya (Garicano & Kaplan, 2000) dan pemasaran (Antoniou & Batten, 2011; Guo, 2020; Niu et al. , 2019; Walker dkk., 2002). Bertschek dkk. (2006) dan Wang dkk. (2016) mengungkap model B2B yang semakin meningkatkan produktivitas. Peran sistem e-commerce dalam transaksi komersial dilakukan oleh peneliti sebagai berikut: Ana dan Rossi (2012); Konradt dkk. (2012); Wang dkk. (2016); Dia dan Ma (2021). Dalam hal ini belum membahas indeks pengungkapan IFR; ini adalah kesenjangan dalam penelitian di bidang e-commerce.

Studi ini mengukur indeks pengungkapan Internet Financial Reporting (IFR) dan membandingkan hasilnya di tiga benua dalam bisnis e-commerce global. Selain itu, mendokumentasikan berbagai platform media sosial yang digunakan oleh e-commerce. Dr. Diyah Probowulan dan Dr. Ardianto SE., M.Si., Ak, menggunakan analisis konten dengan matriks penilaian berdasarkan konten, ketepatan waktu, teknologi, dan dukungan yang digunakan dalam situs web dan ANOVA satu arah. Temuan tersebut mengidentifikasi rata-rata indeks pengungkapan IFR e-commerce sebesar 0,735, yang merupakan kualitas baik karena mendekati nilai 1. Tidak ada perbedaan indeks IFR antara ketiga zona kontinental secara keseluruhan, namun sedikit berbeda dengan non-e-commerce. perusahaan. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa media website dan blog masih mendominasi penggunaan media sosial, sedangkan platform media sosial lainnya belum menyajikan informasi keuangan. Para peneliti di bidang akuntansi belum melakukan topik penelitian di media sosial, sehingga masih terbatasnya referensi dan konten analisis yang sempit.

Penelitian ini akan menarik minat industri bisnis e-commerce dan menyusun pelaporan keuangan mereka melalui website untuk meningkatkan kualitas IFR dan akses keuangan mereka. Karena bisnis e-commerce adalah perusahaan berbasis internet yang berkembang secara signifikan, maka bisnis ini dapat menggunakan media sosial lain untuk mengungkapkan pemberitaannya tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Mata kuliah ini tergolong inovatif karena tidak ada satu pun studi indeks pengungkapan IFR yang berfokus pada bisnis e-commerce di media sosial. Mengisi gap penelitian terkait karakteristik bisnis e-commerce yang hampir seluruh aktivitasnya berbasis internet.

Penulis: Dr. Ardianto, S.E., Ak., M.Si.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap terkait dengan artikel tersebut, silahkan mengunduhnya pada laman berikut: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/isaf.1550

Baca juga: