Universitas Airlangga Official Website

Influencer dalam Pemasaran Digital Pariwisata

Influencer dalam Pemasaran Digital Pariwisata

Perubahan digitalisasi dalam pemasaran telah menjadi isu penting bagi sektor bisnis, termasuk pariwisata, di seluruh dunia. Pemasaran digital, terutama melalui media sosial dan influencer, memainkan peran vital dalam menghadapi tantangan seperti yang terjadi pada masa pandemi COVID-19. Pandemi ini memicu transformasi signifikan dalam cara bisnis pariwisata mempromosikan produk dan destinasi mereka, karena pembatasan fisik dan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap perjalanan. Salah satu ancaman nyata adalah perubahan perilaku konsumen yang terdorong oleh ketidakstabilan ekonomi dan kesehatan. Strategi pemasaran digital, seperti pemanfaatan influencer dan konten yang menarik, menjadi solusi untuk mempertahankan keterlibatan konsumen dan meningkatkan citra destinasi. Seperti yang terlihat di beberapa negara, penggunaan strategi ini tidak hanya membantu pemulihan pascapandemi, tetapi juga meningkatkan daya saing destinasi di pasar global. Dalam konteks Indonesia, penggunaan media sosial dan kolaborasi dengan influencer telah menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran digital yang lebih luas, di mana keberlanjutan dan efisiensi menjadi fokus utama untuk mencapai hasil optimal dalam sektor pariwisata.

Dalam konteks pemasaran digital pariwisata dapat lebih efektif dilakukan dengan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan melalui penggunaan influencer sebagai strategi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review – SLR) yang dikembangkan untuk mengeksplorasi berbagai strategi pemasaran digital dengan memanfaatkan influencer di sektor pariwisata. Sumber dalam penelitian ini adalah artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2018 hingga 2022, yang diakses dari database Scopus. Artikel-artikel ini dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang relevan dengan topik digital marketing dan influencer dalam pariwisata. Setiap artikel dianalisis secara mendalam dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan hubungan antar kata kunci, mengidentifikasi kesenjangan penelitian, dan mengarahkan studi ke area yang lebih relevan dan signifikan. Selanjutnya, data dari artikel yang terpilih diolah mengikuti panduan pelaporan PRISMA untuk memastikan replikasi yang konsisten dalam proses peninjauan literatur. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini memungkinkan identifikasi tren terkini, kesenjangan, dan tantangan dalam mengadopsi strategi influencer dalam pemasaran digital, memberikan dasar yang kuat bagi rekomendasi praktis di bidang ini.

Pengetahuan mengenai pemasaran digital dan peran influencer merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh para pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan daya saing secara lokal maupun global. Hal ini karena pemahaman yang mendalam tentang strategi pemasaran digital, termasuk penggunaan influencer, merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi persepsi dan keputusan konsumen dalam memilih destinasi wisata. Ketika mayoritas pelaku industri pariwisata memahami pentingnya pemasaran digital, maka diperlukan tindakan nyata dalam implementasinya. Salah satu tindakan nyata tersebut adalah kolaborasi dengan influencer untuk mempromosikan destinasi wisata melalui konten yang menarik dan relevan. Influencer memiliki kemampuan untuk memengaruhi audiens mereka secara luas melalui media sosial, yang dapat meningkatkan daya tarik destinasi wisata dan mendorong minat kunjungan. Selain itu, penggunaan konten video dan media visual lainnya yang menampilkan keindahan destinasi dapat memperkuat citra positif dan meningkatkan keterlibatan audiens. Studi menunjukkan bahwa kolaborasi dengan influencer lebih efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dibandingkan strategi pemasaran konvensional, karena influencer mampu menciptakan koneksi emosional dengan audiens yang lebih personal dan autentik.

Penulis: Prof. Dr. Tanti Handriana, S.E., M.Si.

Link: https://iieta.org/journals/ijsdp/paper/10.18280/ijsdp.190231

Baca juga: Kebijakan Pariwisata Halal di Indonesia