UNAIR NEWS – Mikroplastik menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia karena partikel plastik berukuran sangat kecil ini dapat masuk ke dalam tubuh tanpa terasa. Paparan mikroplastik terjadi melalui makanan, minuman, dan udara, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang. Fenomena ini mendorong Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Universitas Airlangga (UNAIR) untuk mengedukasi masyarakat bertajuk Invisible Threat of Microplastics pada Jumat (28/11/2025) di Aula Bima Suci, Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, UNAIR.
Mikroplastik
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang mata manusia tidak mampu melihatnya secara langsung. Proses degradasi plastik berukuran besar serta penggunaan produk berbahan plastik dalam aktivitas sehari-hari menghasilkan partikel mikroplastik. Ukuran mikroplastik yang mikroskopis memudahkan partikel ini menyebar di lingkungan dan membuat manusia sulit menghindari paparannya.
Ancaman Mikroplastik bagi Kesehatan
Paparan mikroplastik berisiko masuk ke tubuh manusia tanpa terasa melalui makanan, minuman, dan udara. Mikroplastik bahkan dapat menguap bersama air dan kembali ke permukaan bumi melalui hujan, sehingga meningkatkan peluang paparan. Partikel yang tertelan berpotensi menembus sistem pencernaan dan masuk ke peredaran darah.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti risiko pada sistem pencernaan dan pernapasan. Dalam jangka panjang, mikroplastik juga berpotensi masuk ke embrio, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan generasi mendatang.
Perubahan Nyata untuk Cegah Mikroplastik
Individu dapat memulai upaya pencegahan mikroplastik melalui perubahan perilaku konsumsi sehari-hari. Setiap orang perlu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, terutama kemasan makanan dan minuman, sebagai langkah penting dalam menekan pencemaran. Masyarakat juga dapat memilih peralatan yang dapat digunakan berulang kali, seperti gelas, tumbler, dan kotak bekal, sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menekan produksi sampah plastik. Jika individu terus menerapkan kebiasaan tersebut, lingkungan dapat terhindar dari peningkatan pembentukan mikroplastik.
Peran Individu dan Lingkungan
Pencegahan mikroplastik akan berjalan lebih efektif ketika masyarakat melakukannya secara kolektif. Individu yang telah menerapkan pola konsumsi ramah lingkungan dapat mengajak orang-orang di sekitarnya untuk menerapkan kebiasaan serupa. Kontribusi kecil yang masyarakat lakukan secara bersama dan berkelanjutan mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan.
Baca juga:
LPMB UNAIR Gelar Bincang Edukasi Bahas Bahaya Mikroplastik bagi Kesehatan Manusia





