UNAIR NEWS – Ketersediaan darah yang aman dan mencukupi merupakan salah satu penopang utama pelayanan kesehatan, baik untuk menangani kondisi darurat maupun membantu pengobatan berbagai penyakit. Namun, sebelum darah dapat digunakan, setiap kantong darah harus melalui serangkaian proses pengelolaan dan pemeriksaan untuk memastikan keamanannya, sehingga tetap aman bagi pendonor maupun penerima darah.
Memastikan Keamanan Dimulai dari Seleksi
Keamanan donor darah dimulai dari proses seleksi calon pendonor yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sebelum mendonorkan darah, pendonor akan menjalani skrining yang meliputi pemeriksaan kondisi fisik, berat badan, riwayat penyakit, serta pengujian darah untuk mendeteksi penyakit menular seperti hepatitis. Selain itu, donor darah dianjurkan dilakukan maksimal satu kali setiap tiga bulan untuk menjaga kesehatan pendonor.
Tingkatkan Keamanan Pasien dengan Tromboferesis
Tromboferesis merupakan prosedur pengambilan trombosit dari satu orang donor menggunakan teknologi khusus untuk menghasilkan komponen darah yang lebih spesifik sesuai kebutuhan pasien. Dibandingkan trombosit konsentrat (TC), metode ini mengurangi paparan darah dari banyak donor sehingga dapat menurunkan risiko alloimunisasi dan pembentukan antibodi, sekaligus meningkatkan keamanan terapi transfusi darah.
Baca juga:





