Universitas Airlangga Official Website

Injeksi Modern untuk Sobekan Rotator Cuff: Mana yang Paling Menjanjikan?

Cedera rotator cuff merupakan salah satu penyebab utama nyeri bahu dan keterbatasan gerak, terutama pada orang aktif dan usia lanjut. Banyak pasien mencoba terapi konservatif seperti fisioterapi, obat anti-nyeri, atau injeksi kortikosteroid. Namun, metode tersebut sering kali hanya memberikan perbaikan sementara tanpa benar-benar memperbaiki kerusakan jaringan. Di sisi lain, operasi juga tidak selalu menjadi pilihan ideal karena membutuhkan pemulihan panjang serta memiliki risiko komplikasi. Kondisi ini mendorong berkembangnya berbagai terapi injeksi baru yang bertujuan bukan hanya mengurangi gejala, tetapi juga memperbaiki jaringan yang rusak.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak digunakan adalah dextrose prolotherapy, yaitu injeksi glukosa konsentrasi tinggi yang merangsang proses penyembuhan alami tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa prolotherapy mampu memberikan perbaikan nyeri dan fungsi yang bertahan lama. Dibandingkan perawatan konvensional atau placebo, pasien yang mendapat prolotherapy cenderung mengalami pengurangan nyeri yang signifikan dan peningkatan kemampuan mengangkat serta menggerakkan bahu. Hal ini terjadi karena glukosa menstimulasi respons perbaikan pada tendon sehingga jaringan dapat menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Selain itu, berkembang pula terapi berbasis sel punca mesenkimal (MSC), terutama yang berasal dari jaringan lemak. Terapi ini dinilai aman dan pada penelitian klinis awal terbukti memberikan hasil lebih baik dibanding injeksi kortikosteroid, baik dari segi nyeri maupun fungsi bahu. Pada beberapa studi, terapi ini juga digunakan sebagai tambahan saat operasi, meskipun hasilnya bervariasi. Ada penelitian yang menunjukkan perbaikan fungsi jangka pendek, sementara penelitian lain menunjukkan manfaat jangka panjang berupa lebih rendahnya angka robekan ulang setelah operasi. Ini memberi gambaran bahwa terapi berbasis sel mungkin membantu memperkuat kualitas jaringan setelah perbaikan tendon.

Pendekatan yang lebih baru lagi adalah terapi secretome, yaitu terapi “cell-free” yang tidak menggunakan sel hidup, tetapi menggunakan cairan kaya faktor pertumbuhan yang dihasilkan oleh sel punca. Keunggulan secretome adalah kandungan alami yang mampu mengurangi peradangan, mencegah kematian sel, dan merangsang regenerasi jaringan. Bukti dari penelitian dasar menunjukkan efek biologis yang kuat, sementara temuan klinis awal menunjukkan perbaikan fungsi yang cukup cepat setelah pemberian secretome, meski data jangka panjang masih terbatas.

Secara keseluruhan, ketiga terapi ini menawarkan pendekatan non-operatif yang menarik bagi pasien dengan sobekan rotator cuff. Dextrose prolotherapy adalah pilihan efektif untuk mengurangi gejala dan meningkatkan fungsi tanpa prosedur yang kompleks. Terapi berbasis MSC dan secretome menunjukkan potensi yang lebih besar untuk benar-benar memperbaiki jaringan dan mendukung regenerasi tendon, tetapi memerlukan bukti klinis yang lebih kuat sebelum dapat digunakan secara luas.

Dengan perkembangan riset yang pesat, di masa mendatang terapi injeksi biologis mungkin menjadi alternatif utama sebelum mempertimbangkan operasi, memberikan harapan baru bagi pasien yang ingin pulih tanpa tindakan invasif.

Penulis : Hanif Fitriawan, Heri Suroto, Vincent Gunawan
Judul Artikel : Injection Therapies for Rotator Cuff Tears: A Comprehensive Literature Review
Jurnal : Vascular and Endovascular Review
Tautan : https://verjournal.com/index.php/ver/article/view/151