Universitas Airlangga Official Website

Jajaki Kerja Sama Riset dan Eksplorasi Pendanaan, UNAIR Lakukan Kunjungan ke National Institute on Aging

UNAIR NEWS – Dementia and Aging Care Research Center (DACRC) dari Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan kunjungan resmi ke National Institute on Aging (NIA) di Bethesda, Amerika Serikat. Kunjungan ini bertujuan untuk menginisiasi kerja sama dalam bidang riset, mendiskusikan peluang pendanaan riset, serta melihat langsung fasilitas penelitian dan laboratorium canggih yang dimiliki oleh NIA.

Delegasi DACRC UNAIR yang dipimpin oleh Direktur DACRC, Prof. Dr. Ah Yusuf S, S.Kp., M.Kes, disambut hangat oleh Associate Director for Scientific Strategy, Innovation, and Management, Melinda Kelley, Ph.D., beserta tim peneliti senior dan staf administrasi. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun kolaborasi yang erat antara kedua institusi terkemuka ini.

Selama kunjungan, delegasi DACRC berkesempatan untuk mengunjungi berbagai fasilitas penelitian dan laboratorium di NIA. Mereka juga mengikuti presentasi yang mendetail mengenai program-program riset terbaru dan inovatif yang dilakukan oleh NIA dalam bidang penuaan dan dementia. Presentasi ini mencakup berbagai pendekatan dan teknologi terbaru yang digunakan untuk memahami dan menangani isu-isu kesehatan yang terkait dengan penuaan.

Diskusi yang diadakan antara delegasi DACRC dan tim NIA berfokus pada inisiasi kerjasama riset dan eksplorasi pendanaan riset. DACRC Universitas Airlangga memaparkan beberapa proyek penelitian yang sedang berlangsung di Indonesia, serta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan riset tentang penuaan dan dementia. Tim NIA, di sisi lain, berbagi wawasan mengenai strategi sukses dalam mendapatkan pendanaan riset dari lembaga-lembaga internasional dan mengelola proyek-proyek riset besar.

Melinda Kelley, PhD menyatakan apresiasinya terhadap kunjungan delegasi DACRC Universitas Airlangga. “Kami sangat terkesan dengan dedikasi dan komitmen Universitas Airlangga dalam penelitian tentang penuaan dan dementia. Kami melihat banyak potensi untuk kerjasama yang saling menguntungkan, baik dalam bidang riset maupun pendanaan,” ujar Melinda.

Hasil penting dari kunjungan ini adalah kesepakatan untuk memulai beberapa inisiatif kerjasama riset. Beberapa rencana yang telah dibahas meliputi program pertukaran peneliti, kolaborasi dalam proyek penelitian bersama, serta penyelenggaraan seminar dan workshop yang melibatkan kedua institusi. Selain itu, kedua belah pihak juga berencana untuk menjajaki peluang pendanaan dari berbagai lembaga internasional guna mendukung proyek-proyek kolaboratif ini.

Prof. Ah Yusuf S menyatakan harapannya bahwa kerjasama ini akan membawa dampak positif bagi kedua institusi. “Kami sangat bersemangat dengan potensi kerjasama ini. Dengan dukungan dari NIA, kami yakin dapat meningkatkan kapasitas kami dalam riset dan pengelolaan proyek-proyek penelitian, serta memberikan kontribusi nyata dalam penanganan isu-isu terkait penuaan dan dementia di Indonesia,” kata Prof. Ah Yusuf.

Kunjungan ini menandai awal dari hubungan yang menjanjikan antara DACRC Universitas Airlangga dan National Institute on Aging. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan kualitas riset di kedua institusi, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas dalam upaya global untuk memahami dan mengatasi tantangan-tantangan kesehatan yang dihadapi oleh populasi yang menua.