Universitas Airlangga Official Website

Jalur Inflamasi Neurogenik pada Peningkatan Regulasi Voltage-Gated Sodium Channel pada Experimental Flare Up Pasca Ekstirpasi Jaringan Pulpa Gigi

Foto oleh alihamdan.id

Terjadinya Flare Up pada Saat Perawatan Saluran Akar

Karies gigi merupakan salah satu penyakit infeksi yang serius yang apabila tidak segera dilakukan perawatan dapat mengenai jaringan saraf atau jaringan pulpa gigi. Apabila jaringan pulpa gigi mengalami infeksi dan gigi ingin dipertahankan, maka perlu dilakukan perawatan saluran akar gigi. Ekstirpasi jaringan pulpa adalah pengambilan jaringan pulpa yang sudah terinfeksi dimana ini merupakan bagian dari tahap perawatan saluran akar yang termasuk dalam tahap preparasi saluran akar. Pada saat perawatan saluran akar dapat terjadi flare up. Flare up adalah terjadinya rasa nyeri, bengkak atau keduanya selama perawatan saluran akar yang menyebabkan pasien melakukan kunjungan yang tidak terjadwal ke dokter gigi. Rasa nyeri yang hebat atau pembengkaan pada saat perawatan saluran akar merupakan masalah yang serius.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan menyebutkan kejadian flare up berkisar antara 1,71% – 63,8%% selama perawatan saluran akar. Apabila flare up ini dihubungkan dengan diagnosa jaringan pulpa, ternyata menurut penelitian yang telah dilakukan hasilnya masih berbeda-beda. Ada yang mengatakan penyebab flare up adalah gigi yang diagnosanya s pulpitis irreversible, ada yang mengatakan penyebab flare up adalah gigi yang diagnosanya nekrosis pulpa ada juga yang mengatakan penyebab flare up adalah gigi yang diagnosanya  gigi vital. Ternyata hubungan antara terjadinya flare up dengan diagnosa jaringan pulpa masih kontroversi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan peran inflamasi neurogenik dan imunologi dalam terjadinya flare up berdasarkan vitalitas jaringan pulpa dan ekspresi CGRP, Nav1.7 di sel saraf dan HSP70 di sel makrofak.

Metode dan Hasil

Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dilakukan dengan menggunakan 15 tikus Spraque Dawley sebagai subyek yang dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari masing-masing lima subjek yaitu: kelompok kontrol, kelompok ekstirpasi jaringan pulpa, dan kelompok pemberian LPS dilanjutkan ekstirpasi jaringan pulpa. Sampel diambil dari daerah apikal gigi insisivus rahang bawah dan diperiksa menggunakan metode imunohistokimia. Terdapat perbedaan peningkatan yang bermakna pada ekspresi CGRP, HSP70 dan NaV-1.7  antara kelompok perlakuan dan kontrol (p <0,05), sedangkan pada kelompok dengan intervensi LPS terdapat peningkatan yang bermakna pada CGRP dan HSP-70 sedangkan ekspresi NaV-1.7 terjadi penurunan yang bermakna. Ekstirpasi jaringan pulpa akan menyebabkan respon flare up yang lebih tinggi pada gigi vital dibandingkan dengan gigi vital yang mengalami keradangan.

Penulis: Galih Sampoerno

Informasi detail dari riset dapat dilihat pada:

http://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2022/03/21-6-D22_1783_Dian_Agustin_Wahjuningrum_Indonesia.pdf

Galih Sampoerno, Anuj Bhardwaj, Putu Yuri Divina, Nathania Nurani Fripertiwi, Naufal Hafizh Adipradana (2022). Neurogenic Inflammation Pathway on the Up-Regulation of Voltage-Gated Sodium Channel NaV1.7 in Experimental Flare-Up Post-Dental Pulp Tissue Extirpation. Journal of International Dental and Medical Reseacrh.