UNAIR NEWS – Segmen terbaru JawaPos TV membahas terkait menjaga organ intim wanita pada Jumat (14/10/2022). Dalam kesempatan tersebut, narasumber yang bergabung adalah Faradina Salamah dr. selaku dokter umum di klinik Pelayanan Kesehatan Terpadu Universitas Airlangga.
Pertama-tama, Faradina mengungkap pentingnya menjaga kesehatan organ intim, bukan hanya karena fungsinya sebagai organ untuk melakukan aktivitas seksual, melainkan juga reproduksi. “Kita sebagai wanita tidak boleh tabu, harus mulai mencari informasi yang benar dengan sumber yang benar juga,” tegasnya.
Menanggapi persepsi yang kurang benar di masyarakat, Faradina menjelaskan bahwa penggunaan sabun pada organ intim wanita tidak menjadikannya lebih sehat. Justru, menurutnya, hal tersebut dapat mematikan flora normal yang fungsinya menjaga kesehatan organ intim itu sendiri.
Bermacam Kondisi
Namun tentu saja, jika tidak sering dibersihkan atau cara pembersihannya tidak benar, kesehatan organ intim juga dapat terganggu sehingga menimbulkan beberapa keluhan, contohnya keputihan. Faradina memberi penjelasan bahwa keputihan dapat terjadi dalam kondisi normal maupun tidak normal.
“Keputihan dalam kondisi normal biasanya terjadi ketika menjelang masa menstruasi, sekitar tujuh hari sebelumnya, yaitu ketika masa subur wanita. Biasanya keputihan ini tidak berbau, tidak berwarna sampai putih, konsistensinya cair, dan tidak menyebabkan keluhan,” jelasnya.
Sementara itu, keputihan dalam kondisi tidak normal ditandai dengan konsistensinya yang tidak lagi cair, lebih kental, warnanya kuning sampai kehijauan, disertai dengan busa, serta menimbulkan keluhan lain, seperti rasa gatal, panas, atau nyeri di daerah intim.
Untuk menjaga kebersihan organ intim, Faradina mengimbau agar para wanita membersihkan organ intim cukup dengan air mengalir, bukan air yang sudah ditampung di bak karena biasanya telah terkontaminasi mikroorganisme sehingga lebih rentan infeksi.
“Cara membersihkannya usahakan dari bagian depan ke belakang untuk menghindari pencemaran bakteri dari bagian belakang,” lanjutnya.
Selain itu, pemilihan bahan pakaian dalam juga penting agar aliran udara tetap lancar. Faradina menyarankan agar wanita menghindari pakaian dalam yang ketat. Tidak saja mencegah, ia juga mengingatkan untuk mendatangi dokter bersangkutan apabila telah timbul gejala keputihan yang tidak normal. (*)
Penulis: Leivina Ariani Sugiharto Putri
Editor : Binti Q. Masruroh





