UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) resmi memulai kepengurusan baru. Ketua BEM KM Psikologi terpilih, Sofia Rahma bersama Wakil Ketua BEM Sarah Olga Marsaulina Silalahi akan memimpin Kabinet Pancaran Progresi.
Mengusung semangat “sinar yang memandu perubahan”, Kabinet Pancaran Progresi hadir sebagai respons atas dinamika fakultas yang terus berkembang dan kebutuhan mahasiswa yang semakin beragam.
Kabinet Pancaran Progresi menempatkan BEM bukan hanya sebagai pelaksana program kerja. Tetapi juga sebagai ruang yang memfasilitasi, menguatkan, dan mendampingi seluruh lapisan Keluarga Mahasiswa Psikologi. Pendekatan ini terwujud melalui penyempurnaan program kerja yang lebih responsif, inklusif, serta relevan dengan kondisi dan aspirasi mahasiswa.
Visi Kepemimpinan yang Empatik dan Responsif
Sofia Rahma menyampaikan bahwa Kabinet Pancaran Progresi berangkat dari kesadaran akan pentingnya peran BEM sebagai mitra tumbuh mahasiswa. Menurutnya, BEM perlu hadir secara adaptif dan empatik dalam merespons berbagai dinamika akademik maupun nonakademik di lingkungan fakultas. “Kami ingin BEM tidak hanya terlihat aktif, tetapi juga benar-benar hadir dan berdampak bagi kesejahteraan mahasiswa,” ungkapnya.
Visi dan misi Kabinet Pancaran Progresi mereka rancang untuk memastikan setiap program kerja memiliki kebermanfaatan nyata. Ia menambahkan bahwa integrasi nilai-nilai psikologi dalam program kerja menjadi salah satu kekuatan utama kepengurusan ini agar kebijakan yang mereka ambil tetap berpihak pada kebutuhan mahasiswa.
Program Unggulan dan Ekosistem Organisasi Berkelanjutan
Dalam mendukung visi tersebut, Kabinet Pancaran Progresi menghadirkan sejumlah program unggulan, seperti Rumah Cerita sebagai wadah advokasi aspirasi mahasiswa, peringatan World Mental Health Day melalui kampanye dan ruang curhat, serta Onboarding Program.
“Program ini guna membekali pengurus BEM dengan nilai, peran, dan standar kinerja organisasi. Program-program ini dirancang untuk memperkuat keterhubungan antara mahasiswa, pengurus, dan pihak fakultas,” jelasnya.
Selain itu, Kabinet Pancaran Progresi juga membangun ekosistem internal yang sistematis namun tetap hangat dan harmonis. Struktur kerja yang jelas terpadu dengan budaya saling menghargai semakin kuat dengan adanya badan pengembangan dan penjaminan mutu organisasi yang berfokus pada peningkatan kualitas kinerja dan wellbeing pengurus. Melalui kolaborasi terbuka dan komunikasi yang sehat, BEM KM Fakultas Psikologi UNAIR harapannya mampu menjadi ruang yang suportif, berkelanjutan, dan saling menguatkan.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





