Universitas Airlangga Official Website

Kabinet Resonansi Progresif BEM FV UNAIR Gaungkan Kolaborasi dan Langkah Nyata

UNAIR NEWS – Rangkaian Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menetapkan nahkoda baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi (FV). Hasil Pemira tersebut menetapkan M. Gunawan Wibisono dan M. Daffa Athaya Seno sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM FV UNAIR periode 2026.

Gunawan dan Athaya kompak mengusung gagasan Resonansi Progresif yang berangkat dari pengamatan akan besarnya potensi yang dimiliki Fakultas Vokasi. Gunawan  mengungkapkan bahwa menurunnya minat mahasiswa dalam berorganisasi menjadi dorongan tersendiri untuk membuktikan bahwa BEM dapat hadir dan berdampak nyata.

“Fakultas Vokasi terdiri dari beragam program studi, mulai dari departemen kesehatan, departemen bisnis, dan departemen teknik. Potensi sebesar itu rasanya sayang jika berjalan sendiri-sendiri. Jadi kami ada untuk menyatukan potensi tersebut dengan semangat kolaborasi lintas minat studi. Kami ingin fakultas vokasi bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi garda terdepan UNAIR,” ungkap Gunawan. 

Resonansi Progresif membawa harmoni yang saling melengkapi dan menguatkan satu dengan lainnya. Kabinet Resonansi Progresif hadir sebagai media penyelaras suara mahasiswa fakultas vokasi yang terus berkembang, adaptif dengan teknologi, serta tanggap terhadap tantangan industri. 

“Kami ingin menciptakan gerakan yang suaranya terdengar kencang dengan hasil nyata yang terus berkembang dan berprogres setiap harinya. Kami ingin aspirasi dari mahasiswa paling ujung pun dapat terdengar kencang dan tidak tenggelam. Kami akan menjadi advokat paling berani serta menjadi jembatan antara mahasiswa dengan industri,” jelas Gunawan. 

Program kerja yang terfokus pada tiga pilar utama turut mendukung terciptanya keselarasan tersebut. Ketiga pilar ini bertujuan membentuk mahasiswa fakultas vokasi menjadi pribadi yang kritis, baik dalam bersuara maupun berkarya.

“BEM berfokus pada 3 pilar utama. Pertama, kemahasiswaan, kami akan membawa kaderisasi dan pelayanan yang baik untuk seluruh mahasiswa Vokasi. Kedua, aksi nyata dan advokasi, kami akan mengawal isu-isu strategis serta politik. Ketiga, kolaborasi eksternal dengan alumni dan mitra industri untuk meningkatkan kemampuan di dunia kerja,” imbuhnya.

Gunawan mengaku bahwa fragmentasi dan apatisme mahasiswa menjadi tantangan tersendiri bagi BEM FV UNAIR dalam satu periode ke depan. Menurutnya, kondisi tersebut justru  menjadi fokus organisasi untuk merangkul dan membuktikan bahwa organisasi mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan mahasiswa.

“Perbedaan minat antar-departemen membuat mahasiswa lintas departemen menjadi asing satu dengan yang lain. Kami tidak memaksa mereka untuk datang ke kami. Kamilah yang harus datang ke mereka. Kami harus membuktikan kalau bergabung dengan BEM akan mengurangi dan membantu beban yang mereka miliki,” pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Khefti Al Mawalia