n

Universitas Airlangga Official Website

Kaji Sastra Feminis, Alberta Jadi Wisudawan Terbaik FIB

UNAIR NEWS – Alberta Natasia Adji rupanya memiliki minat khusus terhadap kajian sastra feminis. Lihat saja skripsinya “The Sensible Sister Goresees Everything: A Hypertextual Study in Grimm Brother’s The Worn-Out Dancing Shoes and Juliet Marillier’s Wildwood Dancing”, ikut menunjang prestasinya meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,84. Penelitian alumni Sastra Inggris ini mengambil kajian perbandingan antara salah satu dongeng Grimm Bersaudara dan novel Juliet Marillier.

Sensibilitas perempuan menjadi sorotan utamanya, karena itu terbukti menjadi kualitas yang penting bagi kaum wanita, terutama dalam menghadapi dunia pratriarkal. Sensibilitas atau kebijaksanaan mendorong wanita untuk senantiasa berkepala dingin, rasional, dan kuat dalam menghadapi apapun alih-alih mengandalkan emosi semata.

Lulus lebih cepat dengan waktu 3,5 tahun merupakan prestasi bagi perempuan yang akrab disapa Tasia ini. Saat ini Tasia berstatus sebagai mahasiswa fast track jenjang S2 pada Kajian Sastra dan Budaya, Fakultas Ilmu Budaya UNAIR. Ia mengaku menyelesaikan penelitian skripsinya hanya dalam waktu dua hari, karena sebelumnya bahan-bahan skripsi itu memang telah matang.

Selain berprestasi di bidang akademik, Tasia juga punya prestasi pada non-akademik. Dua novelnya telah terbit, yakni Dante dan Youth Adagio. Karir menulisnya dimulai ketika masih di bangku SMA, bahkan pernah dimuat pada Jawa Pos dengan dua cerita pendeknya: Delman Pak Kusno dan Jangan Semudah itu Menyerah.

“Saya hobi menulis sejak kecil. Tapi baru serius waktu di SMA,” paparnya.

Ia menggemari karya-karya Jonathan Stroud, George R.R. Martin, J.K. Rowling, Ronald Dahl, Leila S. Chudori, Windry Ramadhina, Judy Blume, Simone Elkeles, Shannon Hale, Suzanne Collins, Anthony Doerr, Juliet Marillier, dan C.S. Lewis. Selain cerita-cerita fantasi, Tasia juga senang membaca karya sastra feminis. Kini, perempuan penghoby membaca, browsing, dan nonton film ini, juga disibukkan dengan mengajar les privat TOEFL.

In the end of the day, you will walk and suffer alone for the sake of your dreams. So, make everything count,” pungkas Tasia. (*)

Penulis : Lovita Marta Fabella
Editor : Binti Quryatul Masruroh