Universitas Airlangga Official Website

Kajian Teori Kepemimpinan yang Mendukung

Foto by Embaranmedia

Secara umum kepemimpinan dapat dikatakan sebagai faktor organisasi yang mampu menentukan arah perkembangan organisasi. Dalam hal ini, pemimpin bertanggung jawab atas berbagai aspek organisasi, termasuk pengikut yang menjadi anggota organisasi. Jika pemimpin dapat memenuhi semua tanggung jawabnya, mereka akan mampu memotivasi dan mengarahkan karyawannya. Mengingat pentingnya seorang pemimpin dalam organisasi, penelitian tentang kepemimpinan semakin banyak dilakukan untuk memahami dan mengidentifikasi sifat, gaya, hubungan diadik, hubungan kelompok, proses, dan intervensi dari pemimpin ke pengikut. Berbagai macam penelitian telah memunculkan banyak konsep atau gagasan tentang kepemimpinan. Konsep-konsep ini muncul untuk menjawab tantangan bagi organisasi yang berada dalam lingkungan yang dinamis dan membutuhkan penyesuaian yang responsif.

Salah satu gagasan tentang kepemimpinan menghasilkan teori path-goal. Berdasarkan teori ini, ada empat gaya kepemimpinan: kepemimpinan direktif, kepemimpinan partisipatif, kepemimpinan berorientasi prestasi, dan kepemimpinan suportif (SL). Berkenaan dengan SL, cukup umum ditemukan penelitian tentang topik ini selama tujuh tahun terakhir. Penelitian-penelitian tersebut berupaya untuk mengetahui dampak atau manfaat yang dapat diperoleh dari SL, selain faktor-faktor yang menentukannya. Namun, masih jarang ditemukan penelitian yang membahas SL itu sendiri secara mendalam dari sekian banyak penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman literatur tentang SL, terutama anteseden dan konsekuensinya sebagai bagian dari pengembangan penelitian organisasi. Melalui penelitian ini, penelitian ini juga bertujuan untuk dapat mengembangkan model atau kerangka penelitian terkait kepemimpinan suportif.

Selanjutnya, seiring dengan berbagai penelitian di masa depan, gagasan tentang SL juga berkembang sehingga memunculkan berbagai definisi dengan berbagai penekanan. Dalam penelitiannya, menyatakan bahwa SL adalah gaya kepemimpinan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan pengikut serta menciptakan iklim yang nyaman untuk berinteraksi dalam organisasi. Kebutuhan, kesejahteraan, dan iklim lebih diarahkan pada dukungan sosial dan emosional, yang diwujudkan melalui perilaku pemimpin. Perilaku pemimpin dapat berupa simpati, perhatian, mendengarkan, dan sebagainya.

Berdasarkan kajian-kajian di atas, terlihat bahwa terdapat berbagai pemikiran tentang definisi SL yang berbeda dalam penekanannya. Perbedaan tersebut dapat dipahami jika dilihat dari konteks masing-masing penelitian yang berbeda. Namun berdasarkan gagasan tersebut dapat dikemukakan bahwa SL merupakan bentuk gaya kepemimpinan yang menekankan pada dukungan pemimpin terhadap pemenuhan kebutuhan psikologis (sosial). dan emosional) dan kebutuhan non-sosial. Psikologis (terkait pekerjaan) pada setiap pengikutnya. Bentuk dukungan pemimpin diwujudkan dalam bentuk perilaku pemimpin yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan dukungan.

Untuk melakukan studi lebih lanjut tentang konsep SL, penelitian ini menggunakan studi literatur. Dalam hal ini, literature review dilakukan dengan cara mereview atau mereview penelitian-penelitian sebelumnya dengan topik yang sedang dibahas. Konsep SL yang dibahas dalam literature review meliputi definisi, anteseden, konsekuensi, dan pengembangan penelitian. Dengan mengacu pada keempat hal tersebut maka dilakukan pencarian referensi berupa penelitian-penelitian sebelumnya melalui database online.

Dalam melakukan pencarian referensi, bibliometrik menggunakan software VosViewer 1.6.16 digunakan untuk memvisualisasikan hubungan antara topik SL dengan topik lainnya, sehingga pencarian referensi lebih mudah dilakukan. Namun tidak semua penelitian terdahulu dijadikan sebagai acuan dalam penelitian ini. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Kriteria tersebut antara lain:

1. Merupakan artikel ilmiah;

2. Bersumber dari jurnal ilmiah;

3. Diterbitkan tahun 2015-2020; dan

4. Kata Kunci: Kepemimpinan yang Mendukung.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang Kepemimpinan yang Mendukung. Penelitian ini menggunakan 16 artikel ilmiah relevan yang mengkaji Supportive Leadership dari tahun 2015 hingga 2021. Penelitian ini membahas tentang konsep Supportive Leadership, meliputi definisi, anteseden, konsekuensi, dan perkembangan konteks penelitian. Namun, fokus utamanya adalah pada anteseden dan konsekuen.

Selanjutnya, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga faktor yang menentukan Supportive Leadership, yaitu stresor akut, budaya inovatif, dan beban kerja pemimpin. Selain itu, terdapat pula berbagai macam dampak yang ditimbulkan oleh Supportive Leadership Secara umum, Supportive Leadership berkontribusi dalam menentukan sikap, perilaku, dan kinerja individu. Selain di level individu, Supportive Leadership juga diketahui berpengaruh pada level tim dan organisasi. Selanjutnya, pengembangan Supportive Leadership juga dapat ditelusuri melalui 16 artikel referensi yang relevan. Penelitian tentang Supportive Leadership tidak terbatas pada konteks tertentu saja tetapi juga sudah mulai merambah ke berbagai konteks.

Dengan temuan tersebut, dapat dibentuk kerangka konseptual yang menggambarkan hubungan antara anteseden dan konsekuen Kepemimpinan Suportif. Namun, kerangka tersebut masih perlu disempurnakan dengan mengacu pada berbagai konteks penelitian tentang Kepemimpinan yang Mendukung. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka mengembangkan konstruksi penelitian yang lebih beragam sesuai dengan kondisi di masing-masing organisasi.

Informasi Penulis: Anis Eliyana

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://www.ijsmsjournal.org/ijsms-v5i2p109.html (Supportive Leadership: A Literature Review)