Universitas Airlangga Official Website

Kali Kedua, Pasar Lawas Dies Natalis ke-71 Berikan Experience Unik

Peserta sepeda santai bertransaksi di pasar lawas (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Pasar Lawas kembali diadakan untuk memeriahkan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-71 Universistas Airlangga (UNAIR) pada Sabtu (22/11/2025) bersamaan dengan kegiatan sepeda santai. Lokasi pasar lawas kali ini berpusat di sepanjang jalan depan Student Center, Kampus MERR-C UNAIR. Dalam pelaksanaannya, UNAIR menggandeng manajemen Pasar Keramat dari Kota Pacet serta Pasar Lidah Ndonowati dari Kecamatan Lidah Wetan, Surabaya.

“Kami dari Pasar Keramat Pacet kebetulan kolaborasi dengan Pasar Ndonowati dari Lidah Wetan. Ini yang kedua kali. Yang pertama itu Dies Natalis yang ke-70,” ujar Bagus, salah satu Koordinator Pasar Keramat Pacet.

Pertunjukan musik gamelan di Pasar Lawas Dies Natalis UNAIR (Foto: Humas UNAIR)

Antusiasme terlihat sejak pagi dan mulai ramai diserbu peserta saat pesepeda santai berdatangan dari garis finish. Bagus sangat terkesan dengan animo civitas academica UNAIR yang tinggi untuk ikut meramaikan pasar lawas kali ini. “Alhamdulillah, yang tahun kemarin itu sekitar 2.500 dari UNAIR. Kalau hari ini kira-kira 2.000. Dan semuanya sangat antusias sekali,” lanjutnya.

Dari Pasar Keramat Pacet ada 18 stan sedangkan dari pasar Ndonowati ada 21 stan. Para penjual menggunakan atribut dan alat saji tradisional sehingga menambah keunikan dari pasar tersebut. Berbagai jajanan tradisional mulai dari lemet, klepon, gethuk dan onde-onde bisa dinikmati dengan menggunakan uang lawas yang sudah disiapkan oleh panitia untuk menggantikan uang tunai.

Makanan tradisional yang agak berat juga ada seperti wader goreng sambel, sate, nasi gudheg, hingga semanggi. Dalam pasar lawas tersebut juga ada penampilan gamelan dengan penyanyi tradisional lengkap dengan mengenakan kostum daerah.

Uang lawas untuk bertransaksi di Pasar Lawas Dies Natalis UNAIR (Foto: Humas UNAIR)

Aji, salah satu pengunjung menyampaikan bahwa pasar lawas ini memberikan experience baru karena ia sendiri tidak pernah datang langsung ke lokasi pasar lawas sebenarnya. “Kita dapat experience baru karena transaksinya menggunakan uang khusus. Terus jajanannya beberapa belum pernah kita coba, jadi kita bisa eksplor rasa, dan jajanannya juga tidak terbatas dari Jawa Timur,” terangnya.

Penulis: Andi Pramono

Editor: Yulia Rohmawati