UNAIR NEWS – Kampus Airlangga memiliki banyak mahasiswa asing yang berasal dari beragam belahan dunia. Secara umum, mereka betah untuk kuliah di sini. Bahkan, mereka merasa bahwa UNAIR merupakan rumah kedua.
Ahmed Madani, asal Gza Palestina, misalnya. Dia mengatakan, kenyamanan dan kedamaian di UNAIR tak akan pernah terlupakan. Dosen, staf, dan kawan-kawannya, tak pernah letih memberinya semangat untuk belajar.
“Universitas Airlangga sudah menjadi rumah kedua bagi saya. Saya sangat berterimakasih kepada Universitas Airlangga telah menerima saya sebagai mahasiswa,” urai mahasiswa S3 Ilmu Sosial angkatan 2015 tersebut.
Para mahasiswa asing juga terbantu dengan kerahaman mahasiswa Indonesia yang siap membantu mereka. Khususnya, bila mereka menemui persoalan tentang bahasa. “Jika ada yang tidak saya mengerti, mereka membantu saya untuk memahami. Pelakuan di sini angat menyenangkan,” kata Randriamamisoa Heriniaina Olivia, mahasiswi S1 Budidaya Perairan FPK, asal Madagaskar.
Dosen yang ada di UNAIR pun, menjadi magnet tersendiri. Sebab, perhatian tenaga pengajar terhadap mahasiswa asing merupakan kunci utama kesuksesan perantau itu dalam perkuliahan.
“Yang saya lihat, para dosen selalu memahami kondisi mahasiswa. Serta, selalu menawarkan bantuan jika mahasiswa mengalami kesulitan” papar Rungthum Rangsikul, mahasiswa S2 Kajian Sastra dan Budaya FIB, asal Thailand.
Apresiasi positif dari para mahasiswa asing tersebut menjadi katalisator bagi kampus guna memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Tak ayal, jumlah mahasiswa asing di UNAIR terus bertambah. Pihak-pihak yang ingin bekerjasama dengan UNAIR pun terus meningkat. Tak terkecuali, institusi atau kampus yang berasal dari luar negeri.
Daya tarik lain yang ada di kampus Airlangga adalah kualitas.Juga, fasilitas yang serba lengkap. “Menurut saya, UNAIR sudah memiliki kualitas yang baik. Fasilitas yang ada di sini juga lengkap. Sangat membantu mahasiswa untuk mengeskplorasi potensi,” ujar Nubar Azad Qizi Gubanova, mahasiswa S3 Ilmu Sosial dari Azerbaijan. “Saya pilih UNAIR sebagai tujuan, padahal banyak pilihan universitas lain. Saya tetap memilih UNAIR karena merupakan salah satu kampus terbaik di Indonesia,” tambah Yassir Ahmed Elbashir Elhasan, mahasiswa S2 Kesehatan dan Keselamatan Kerja, dari Sudan.
Pelayanan pada mahasiswa asing juga menjadi poin plus tersendiri. Yang menjadikan mahasiswa dari luar negeri itu betah dan nyaman berkuliah. “Saya merasa bahwa pendidikan dan manajemen pelayanan di UNAIR ini bagus, mulai dari staf hingga direktur yang menangani bidang pendidikan. Mereka sudah melayani mahasiswa asing dengan baik,” ujar Abdulrahman Taresh Abdulghani, mahasiswa S3 Ilmu Ekonomi dari Yaman. (*)





