Tinea capitis adalah infeksi adalah infeksi dermatifit pada folikel rambut,dan kulit kepala yang disebabkan oleh jamur Trichophiton sp dan Microsporum sp,umumnya menyerang anak anak. Microsporum canis adalah dermatifita yang paling umum menyebabkan Tinea capitis. Laporan laporan kasus di Asia, pengobatan dengan griseofulvin masih menjadi pilihan utama, dilaporkan seoarang anak berusia 8 tahun dengan riwayat, timbul sisik di kepala dan gatal sembuh dengan baik setelah diobati dengan griseofulvin selama 4 minggu, diagnosa berdasarkan anamnesa , klinis, pemeriksaan KOH, kultur dan trikoskopi menunjukan diagnosis Tinea capitis yang disebabkan oleh Microsporum canis. Pasien diobati dengan griseofulvin selama 4 minggu hasilnya sangat baik.
Seoarang anak laki laki berusia 8 tahun  datang ke poliklinik RSUD Dr Soetomo surabaya Indonesia dengan keluhan kulit kepala bersisik, gatal dan rambut rontok sejak satu bulan yang lalu. Sudah berobat ke dokter diobati dengan steroid dan sampho tidak ada pewrubahan, di rumah tidak ada keluarga yang sakit sepertin ini, tetapi ibunya mengatakan klu anaknya ini sering bermain dengan kucing milik tetangga sebelah rumah. Pemeriksaan fisk dalam batas normal, pemeriksaan dermatologis di kulit kepala ditemukan makula eritematus multipel berskuama tipis batas jelas berukuran 2 cm – 6 cm, disertai adanya alopesia, tidak teraba pembesaran kelenjar regional. Pemeriksaan dengan KOH terlihat pola ektotriks pada batang rambut. Dengan lampu wood menunjukan positip effloresensi berwarna kuning hijau. Trikoskopi menunjukan pola skuama diffus, skuama perifolikular, rambut seperti kode morse, rambut zigzag, titik hitam, rambut patah dan rambut koma. Hasil kultur jamur tumbuh Microsporum canis. Hasil anamnesa, klinis dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis Tinea capitis grey patch dan pasien dibati tab Griseofulvin250 mg perhari selama 4 minggu, ketokonazol sampho 2 % menunjukan perbaikan klinis yang nyata.
Tinea capitis juga dikenal sebagai penyakit kurap yang digambarkan sebagai infeksi dermatofita pada rambut dan kulit kepala, manifestasi klinis dibagi 2 kategori yaitu tipe inflamasi dan tipe non inflamasi. Kemunculan bercak bersisik terlokalisasi di beberapa tempat dan menimbulkan alopesia bdi beberapa tempat di kepala dengan titik titik hitam atau black dot atau bercak abu abu. Tipe yan lain yaitu tipe inflamsi (Tipe kerion) biasanya berbentuk pustula atau plak yang terasa nyeri, komplikasi adalah timbulnya jaringan parut di kepala yang beramput. Diagnosis Tinea capitis berdasarkan temuan klinis dan gejala yang jelas dan khas. Pemeriksaan penunjang adalah Pemeriksaan KOH dan Kultur jamur untuk menentukan etiologinya. Kultur jamur merupakan standar baku emas.
Microsporum canis bersifat zoofilik yang diduga transmisi itu datang dari kucing yang sering berinteraksi dengan pasien. Kucing dan anjing dapat sebagai reservoar sumber infeksi dari Microsporum canis. Penularan antar manusia dianggap jarang terjadi. Pengobatan pada Tinea capitis diperlukan antijamur sistemik karena obat jamur topikal tidak dapat menembus batang rambut dan folikel rambut dengan baik. Pengobatan dengan Griseofulvin merupakan tewrapi anti jamur sistemik yang efektif pada Tinea capitis, karena kemampuan Griseofulvin untuk berkonsentrasi dalam keringat. Karena lokasi infeksi di ektotrik, dimana obat dapat mencapai lokasi infeksi dengan baik. Griseofulvin efektif untuk mengobati Tinea capitis yang disebabkan oleh jamur Microsporum canis. Diagnosis diperlukan dengan pemeriksaan menyeluruh meliputi anamnesa,klinis dan pemeriksaan penunjang untuk memilih obat antijamur yang efektif.
Penulis : Dr.dr.Dwi Murtiastutik,Sp.KK(K)
Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada artikel kami di :
https://www.ijrp.org/paper-detail/2593
Successful Treatment of Tinea Capitis Caused by Microsporum canis Using Griseofulvin Brigita Ika Rosdiana, Yuri Widia, Linda Astari , Evy Ervianti , Dwi Murtiastutik





