n

Universitas Airlangga Official Website

Kebinekaan Potensi Kemajuan dan Kesejahteraan Bangsa

kebinekaan
A. Muhaimin Iskandar saat memahatkan namanya pada danda sebagai doktor honoris causa ke lima yang dimiliki UNAIR PTN-BH. (Foto: Bambang BES)

UNAIR NEWS – “Kebinekaan merupakan potensi untuk kemajuan bangsa”. Itulah pernyataan tegas yang diungkapkan A. Muhaimin Iskandar dalam orasi penganugerahan gelar doktor honoris causa yang ia dapat dari Universitas Airlangga pada Selasa (3/10).

Dihadapan ratusan hadirin yang terdiri dari para pejabat tinggi negara, petinggi UNAIR, dan simpatisan partai politik serta kerabat, tokoh nasional yang akrab disapa Cak Imin tersebut  menyampaikan orasi yang berjudul “Mengelola Kebinekaan untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Bangsa”.

Dalam orasi pengukuhan gelar doktor honoris causa yang dilangsungkan di Aula Garuda Mukti Kampus C UNAIR, Cak Imin mengatakan bahwa banyak potensi yang dimiliki bangsa Indonesia. Selain negara dengan jumlah pulau, suku bangsa, dialek bahasa yang banyak dan beragam serta disokong dengan penduduk muslim terbesar di dunia, menurut Cak Imin hal itu merupakan potensi bangsa di masa depan.

Meski demikian, Cak Imin juga tidak memungkiri bahwa dengan kemajemukan yang begitu beragam, gesekan dan sentimen antar golongan kerap terjadi. Cak Imin juga membeberkan berbagai contoh perjalanan bangsa Indonesia yang menyisakan pergolakan antara etnis dan golongan di berbagai daerah, Aceh dan Papua misalnya. Hal mendasar yang menyebabkan pergolakan menurut Cak Imin adalah adanya ketimpangan sosial serta kesejahteraan yang tidak merata.

“Pergolakan yang terjadi ini mewakili bentuk kekecewaan bangsa terhadap negara terkait ketimpangan distribusi kesejahteraan dan dominasi kebudayaan kelompok etnis oleh kelompok lainnya,” terang Mantan Menteri Ketenagakerjaan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Cak Imin juga menyinggung mengenai berbagai terobosan pembangunan dan pemerataan pembangunan untuk menciptakan kekuatan dan persatuan. Cara tersebut ia kelompokkan dalam empat langkah proyek sosial ekonomi inklusif yang meliputi kemitraan ekonomi, industri pertanian, optimalisasi perbankan, dan pembangunan desa.

“Tugas negara adalah menyiapkan basis material penguatan konsensus nasional melalui pembangunan inklusif yang berorientasi memajukan kesejahteraan umum dan kemakmuran sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” papar bapak tiga anak tersebut.

kebinekaan
Rektor UNAIR Prof. Nasih saat memberikan ijazah doktor honoris causa kepada A. Muhaimin Iskandar. (Foto: Bambang BES)

Sebelum memungkasi orasi, Cak Imin berpesan kepada civitas akdemika agar menjadikan kampus sebagai tempat untuk melahirkan sumber daya dan kebijakaan yang bisa membantu mewujudkan kemajuan bangsa.

“Saya berharap kampus tidak hanya sebagai sumber inspirasi dan teori. Tapi kampus bisa menjadi tempat bersemainya benih-benih kemajuan-kemajuan bangsa,” tegasnya.

Usai orasi Cak Imin, Rektor UNAIR Prof. Nasih memberikan beberapa sambutan terkait orasi yang menyinggung upaya mengelola kebinekaan menjadi potensi bangsa. Bagi Nasih, keberagaman dan kebinekaan di Indonesia merupakan keniscayaan. Selain itu, Nasih juga mengaskan bahwa mengelola keberagaman untuk kesejahteraan dan keadilan adalah wujud ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa.

Tidak hanya itu, sebelum memungkasi sambutan, Nasih kembali menegaskan bahwa untuk mengelola kebinekaan menjadi sebuah potensi untuk kemajuan bangsa, tentu saja tidak bisa lepas dari upaya untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Berketuhanan dan keadilan yang menjadi landasan bangsa ini menjadi kekuatan kita untuk bersatu,” pungkas Nasih. (*)

Penulis : Nuri Hermawan

Editor     : Binti Q. Masruroh