Strabismus paralitik adalah kondisi dimana mata juling disebabkan oleh karena kelumpuhan syaraf-syaraf kranial penggerak bola mata yaitu syaraf okulomotorius (syaraf ketiga), syaraf trochlearis (syaraf keempat) dan syaraf abduscen (syaraf keenam). Strabismus paralitik merupakan jenis strabismus yang paling banyak terjadi pada dewasa.
Penyebab strabismus paralitik ialah kelumpuhan saraf kranial ketiga, keempat, atau keenam, baik secara terpisah maupun kombinasi, yang bertanggung jawab untuk mempersarafi otot motorik mata. Kelumpuhan saraf kranial ini terjadi karena kelainan bawaan, keganasan, trauma (kecelakaan), proses kelainan di susuan syaraf pusat, ataupun sebab lain yang belum diketahui.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kejadian strabismus paralitik di Departemen Oftalmologi Rumah Sakit Akademik Umum Dr. Soetomo Surabaya, Indonesia pada tahun 2017 hingga 2022. Pada studi ini didapatkan hasil bahwa penyebab terbanyak kasus strabismus paralitik ialah kasus strabismus paralitik karena kelumpuhan syaraf ketiga (oculomotorius). Faktor utama yang berkontribusi terhadap kondisi ini adalah karena faktor keganasan (37,2%), proses kelainan system syaraf pusat (25,5%), kecelakaan (25,5%), dan kelainan bawaan serta penyebab yang tidak dapat diketahui sebesar 11.8%. Insiden strabismus paralitik akibat kelumpuhan saraf kranial ketiga dan kelumpuhan saraf kranial keenam sama banyaknya yaitu masing-masing sekitar 30, 5% kasus.
Studi ini menyimpulkan bahwa penyebab paling sering dari strabismus paralitik adalah kelumpuhan saraf motorik okulomotorius (syaraf ketiga), yang terutama disebabkan oleh keganasan.
Penulis: Rozalina Loebis, dr., SpM(K)
https://doi.org/10.20473/fmi.v60i1. 52036
Baca juga: Potensi Terapi Asam Asiatik Cegah Remodeling Bekas Luka Pasca Operasi Strabismus





