Pada tanggal 20 s/d 23 Mei 2026 yang lalu kami seluruh anggota Komite Audit (KA) Unair menghadiri Pertemuan Nasional Forum Komunikasi Komite Audit Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Banda Aceh dimana Universitas Syiah Kuala menjadi tuan rumah. Kali ini tema yang diusung: “Arsitek Kepatuhan dan Identitas: Memperkuat Peran Strategis Komite Audir dalam Membangun PTN-BH yang Berdaya Saing Global yang Berkepribadian Indonesia”. Sebanyak 22 PTN-BH mengikuti pertemuan ini dan Ibu Nur Syarifah, S.H, LL.M (Plt. Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek) sebagai keynote speaker dengan membawakan tema “Arsitek Kepatuhan dan Identitas: Memperkuat Peran Strategis Komite Audit dalam Membangun PTNBH yang Berdaya Saing Global dan Tetap Berkepribadian Indonesia”.
Fokus pertemuan nasional ini membahahas peranan strategis Komite Audit sebagai arsitek dalam tata kelola kepatuhan, transparan dan keberlanjutan pengelolaan dana PTNBH. Selain itu juga dibahas tentang digitalisasi audit yang merupakan tulang punggung akuntabilitas PTNBH karena di era globalisasi, transparansi dan audit bukan lagi sekadar pelaporan di akhir tahun melainkan visibilitas real time dan sepanjang waktu.
Dalam pertemuan itu pembahasan tentang peran Komite Audit di lingkungan PTN-BH dibicarakan dan didiskusikan secara intensif antara lain tentang tugas KA dimana sebagian besar Statuta disemua PTN-BH itu menyebutkan bahwa KA sebagai aparat MWA mengevaluasi hasil audit internal dan eksternal dibidang non akademik. Namun karena perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, artificial intelligence dsb KA perlu juga dilibatkan dalam evaluasi akademik (Note: KA UGM memiliki peran dan tugas melakukan evaluasi bidang non-akademik dan akademik). Hal itu perlu dilakukan karena PTN-BH menghadapi begitu cepatnya dinamika perkembangan sosial, politik, teknologi, persaingan dilevel global maka mau tidak mau PTN-BH harus mampu melakukan adaptasi strategis termasuk tentang isu kualitas pendidikan dimana KA harus juga terlibat didalamnya.
Forum pertemuan Komite PTN-BH ini disadari memiliki arti strategis di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Perguruan tinggi saat ini menghadapi percepatan transformasi digital, tuntutan akuntabilitas publik, kompetisi internasional, serta meningkatnya harapan terhadap integritas dan kualitas tata kelola. Dalam konteks tersebut, Komite Audit tidak lagi hanya dipandang sebagai instrumen pengawasan administratif dan keuangan, tetapi telah berkembang menjadi mitra strategis dalam membangun tata kelola universitas yang adaptif, transparan, berintegritas, dan berorientasi masa depan.
Karena itu ada yang menyarankan evaluasi hubungan kelembagaan KA dengan lembaga lain antara lain Senat Akademik dimana Senat Akademik ini juga memerlukan masuka-masukan strategis dari KA.
Dalam diskusi muncul kesadaran bahwa PTN-BH dituntut untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul secara global tanpa kehilangan akar kebangsaan dan jati diri Indonesia. Oleh karena itu, penguatan tata kelola tidak cukup hanya berbasis prinsip good university governance, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi identitas nasional, nilai kebangsaan, etika akademik, dan budaya integritas yang mencerminkan kepribadian Indonesia.
Pada pertemuan FKKA PTNBH di Aceh ini dilaksanakan penggantian pengurus FKKA PTNBH dan secara mufakat memilih Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA (UNS) sebagai Ketua, Prof. Dr. Muslim A Djalil., S.E., Ak., CA., MBA. (USK) sebagai Sekretaris dan Prof. Dr. Darsono, S.E., Akt., MBA (UNDIP) sebagai Bendahara FKKA PTNBH untuk periode 2026 – 2028. Disepakati juga pertemuan nasional FKKA berikutnya akan diselenggarakan di Universitas Negeri Solo (UNS).





