Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan prevalensi stunting pada balita tergolong medium. Pemetaan balita berpotensi resiko stunting diperlukan sebagai informasi awal dalam upaya eliminasi stunting. Dalam sebuah penelitian yang bertujuan untuk mempelajari potensi balita risiko stunting di Jawa Timur, dan menganalisis hubungannya dengan indikator keluarga pra-sejahtera, berdasarkan data sekunder dari Pendataan Keluarga (PK) 2021, ditemukan bahwa jumlah balita potensi risiko stunting terbesar terdapat di Kabupaten Malang, Jember, dan Kota Surabaya. Sedangkan berdasarkan presentase, wilayah dengan balita potensi risiko stunting terbesar adalah Kab. Sampang, Kab. Bangkalan, dan Sumenep. Hal ini menunjukkan balita berpotensi risiko stunting dan keluarga pra-sejahtera di Jawa Timur terkonsentrasi pada Kota/Kabupaten tertentu.
Selain itu hasil penelitian tersebut juga mengungkap potensi risiko stunting yang berhubungan dengan keluarga dengan ada anak 7-15 tahun tidak sekolah, keluarga dengan tidak ada anggota keluarga yang memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok per bulan, tidak setiap anggota keluarga makan “makanan beragam” paling sedikit 2 kali sehari, serta keluarga pra-sejahtera. Oleh karena itu, diperlukan percepatan pengentasan keluarga pra-sejahtera melalui indikator yang ditetapkan serta peningkatan anggaran dan program percepatan penurunan stunting pada Kabupaten/Kota dengan potensi risiko stunting terbesar.
Penulis: Dr. Siti Rahayu Nadhroh, S.KM, M.Kes.
Link Jurnal:
Nadhiroh, S. R., Riyanto, E. D., Jannah, S. Z., & Salsabil, I. S. (2022). POTENSI BALITA RISIKO STUNTING DAN HUBUNGANNYA DENGAN KELUARGA PRA-SEJAHTERA DI JAWA TIMUR: ANALISIS DATA PK-21. Media Gizi Indonesia, 17(1SP), 112–119.





