Universitas Airlangga Official Website

Kemajuan Sensor Elektrokimia Berbasis Karbon dalam Deteksi Theophylline

Kemajuan Sensor Elektrokimia Berbasis Karbon dalam Deteksi Theophylline
Sumber: Infinita lab

Theophylline (TP) adalah turunan metilxantin yang dikenal sebagai senyawa penting dalam pengobatan gangguan pernapasan serta berperan sebagai agen bronkodilator. Meskipun demikian, penggunaan Theophylline memiliki tantangan tersendiri, karena kisaran terapeutiknya yang terbatas, yaitu antara 20–100 mmol L. Hal ini menuntut pemantauan yang sangat ketat untuk mencegah terjadinya toksisitas obat, bahkan dengan sedikit fluktuasi kadar TP selama pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan metode deteksi yang presisi untuk menjaga keamanan terapi.

Dalam beberapa tahun terakhir, metode elektrokimia telah banyak digunakan karena kemampuannya dalam mencapai sensitivitas, selektivitas, dan akurasi yang tinggi dalam deteksi TP. Salah satu inovasi penting yang mendukung kemajuan metode ini adalah penggunaan material berbasis nanokarbon pada elektroda sensor. Material nanokarbon dikenal memiliki aplikasi yang luas, terutama dalam meningkatkan sensitivitas dan akurasi sensor elektrokimia.

Artikel ini mengulas perkembangan terbaru dalam penggunaan elektroda berbasis karbon untuk mendeteksi Theophylline secara presisi melalui metode elektrokimia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan elektroda berbasis karbon memberikan peningkatan signifikan dalam keakuratan dan sensitivitas deteksi TP. Hal ini membuka peluang besar dalam dunia medis, terutama dalam pengembangan sistem pemantauan terapi obat yang lebih aman dan efektif bagi pasien dengan gangguan pernapasan. Dengan terus berkembangnya penelitian di bidang sensor elektrokimia berbasis nanokarbon, diharapkan metode ini dapat semakin diperluas dan diadopsi dalam aplikasi klinis untuk pemantauan terapi obat yang lebih baik, khususnya dalam pengobatan gangguan pernapasan yang melibatkan Theophylline.

Penulis: Prastika Krisma Jiwanti, S.Si., M.Sc.Eng., Ph.D.

Link: https://pubs.rsc.org/en/content/articlehtml/2024/ra/d4ra03585b

Baca juga: Potensi Karbon Nanodots sebagai Deteksi Antibodi COVID-19