Malaria merupakan penyakit infeksi yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia, dan kasus malaria banyak terjadi di wilayah Afrika dan Asia Tenggara. Gejala klinis malaria bergantung pada imunitas penderita dan tingginya transmisi infeksi malaria. Anemia pada penyakit malaria bergantung dengan tingkat keparahan penyakit, dan lamanya penyakit sebelum mendapat tindakan medis. World Health Organization (WHO) merekomendasikan anemia sebagai indikator tambahan untuk mengetahui tingkat keparahan malaria dan salah satu indikator yang diukur adalah kadar hemoglobin. Kadar hemoglobin paling umum digunakan dalam studi malaria. Anemia berdasarkan kadar hemoglobin dikelompokkan sebagai berikut: anemia ringan ≤11 g / dL, anemia sedang ≤8 g / dL, anemia berat ≤5 g / dL. Anemia menjadi salah satu faktor penyebab kematian pada penderita malaria. Diagnosa anemia dengan uji laboratorium sering dilakukan salah satunya dengan uji kadar hemoglobin merupakan pengujian eritrosit secara sederhana untuk mengindentifikasi anemia. Anemia pada infeksi malaria dapat menurunkan kemampuan hidup dari penderita malaria.
Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh fraksi etil asetat buah juwet (Syzygium cumini) terhadap penurunan indeks limpa, peningkatan kadar hemoglobin, peningkatan Mean Survival Time mencit (Mus musculus) yang diinfeksi Plasmodium berghei. Sebanyak 60 ekor mencit terbagi dalam enam kelompok perlakuan yaitu N (tidak diinfeksi, tanpa perlakuan), K- (diinfeksi, tanpa perlakuan), K + (diinfeksi, diterapi klorokuin), P1 (diinfeksi, diterapi fraksi etil asetat 200 mg / KgBB), P2 (diinfeksi, diterapi fraksi etil asetat 400 mg / KgBB), P3 (diinfeksi, diterapi dengan fraksi etil asetat 600 mg / KgBB). Mencit diinfeksi 1×106 Plasmodium berghei dalam 0,2 ml erytrosit, perlakuan diberikan 24 jam pasca infeksi selama 4 hari. Hari ke 9 pasca infeksi dilakukan pemeriksaan indeks limpa, kadar hemoglobin dan Mean Survival Time. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang nyata indeks limpa (p <0,05) antara N, K +, P2, tetapi tidak berbeda nyata (p> 0,05) antara K- dengan K +, P1, P3 dan antara P2 dengan K-, P1, P3. Pada kadar hemoglobin menunjukkan ada perbedaan nyata (p <0,05) antara N, K-, K +, tetapi tidak ada berbeda nyata (p> 0,05) antara P1 dengan K +, P2, P3 dan antara P2 dengan K-, P1, P3. Pada Mean Survival Time menunjukkan ada perbedaan nyata (p <0,05) antara N, K-, P3, tetapi tidak berbeda nyata (p> 0,05) antara K- dengan P1, P2, P3 dan antara N dengan K +, P1, P2.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa fraksi etil asetat buah juwet (Syzygium cumini) tidak dapat menurunkan indeks limpa, dapat mempertahankan kadar hemoglobin dalam kisaran normal dan tidak dapat meningkatkan Mean Survival Time mencit (Mus musculus) yang diinfeksi Plasmodium berghei.
Penulis : Lilik Maslachah
Judul artikel : Malaricidal efficacy of the ethyl acetate fraction of Syzygium cumini fruit on spleen index, hemoglobin levels and mean survival time in mice (Mus musculus) infected with Plasmodium berghei
Nama Jurnal : Tropical Journal of Pharmaceutical Research
Link Jurnal : https://www.tjpr.org/
Link Artikel : https://www.tjpr.org/admin/12389900798187/2024_23_11_8.pdf
DOI: http://dx.doi.org/10.4314/tjpr.v23i11.8
Baca juga: Potensi Senyawa Santon dari Kulit Batang Cratoxylum Sumatranum sebagai Antimalaria





