UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Mereka ialah Afif Pramudya Alriandi (Psikologi), Himma Aulia Rahmania (Kesehatan Masyarakat), dan Muhammad Fauzil Adhim (Gizi) yang berhasil meraih Gold Medal dan Best Idea pada ajang Cipta Nusantara Fest 2025. Pengumuman pemenang disampaikan pada Sabtu, (15/11/2025).
Angkat Isu Gizi Terpadu MBG di Daerah 3T
Dalam kompetisi bertema Inovasi Candradimuka: Ide Cemerlang, Inovasi Gemilang untuk Nusantara, tim UNAIR mengusung esai berjudul NUTRICORE: Inovasi Dapur Paguyuban dengan Smart Logistic System Terintegrasi IoT-Blockchain melalui Pendekatan ASTRACONS Framework untuk Penguatan Program Gizi Terpadu MBG di Daerah 3T.
Mereka menyoroti problematika Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menghadapi tantangan transparansi, kualitas, dan tata kelola, khususnya di wilayah 3T. “Kami melihat implementasi MBG masih kurang terorganisir dan belum memiliki sistem monitoring yang kuat. Karena itu, kami ingin menawarkan solusi yang lebih terintegrasi dan berbasis pemberdayaan,” ujar Fauzil.
Nutricore dirancang sebagai dapur paguyuban berbasis komoditas lokal yang diperkuat teknologi IoT dan blockchain untuk distribusi makanan bergizi yang cepat, transparan, dan berkualitas. Sementara itu, ASTRACONS digunakan sebagai kerangka evaluasi program dengan menggabungkan RE-AIM dan Asset Based Community Development.
Proses Kreatif dan Tantangan Kolaboratif
Ide Nutricore disusun melalui systematic literature review dari laporan SSGI, Riskesdas, UNICEF, hingga studi model dapur komunitas di India dan Kenya. Penyusunan konsep hingga prototipe memakan waktu dua hingga tiga minggu.
“Kami harus menyatukan aspek gizi, psikologi sosial, teknologi, hingga logistik dalam satu narasi yang tetap mudah dipahami. Itu tantangan terbesar dalam penulisan,” jelas Himma.
Selain inovasi konsep, tim juga menyiapkan prototipe smart-pin berbasis IoT sebagai elemen kontrol distribusi pangan. Keterbatasan waktu dan kebutuhan menyelaraskan teori dengan praktik lapangan menjadi proses yang cukup intensif menjelang pengumpulan karya.
Raih Pengakuan dan Siap Kembangkan Karya
Kemenangan ini menjadi momen berharga bagi ketiga mahasiswa tersebut. “Kami sangat bersyukur. Ada rasa lega sekaligus bangga karena kerja keras yang kami lakukan akhirnya diakui,” ungkap Afif.
Tim mengaku mendapat dukungan besar dari keluarga, dosen, dan lingkungan kampus. Mereka juga berencana mengajukan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk karya tersebut serta mengikuti kompetisi esai lainnya dalam waktu dekat.
“Kami ingin terus berkembang dan memaksimalkan momentum ini. Harapannya, ide Nutricore dapat benar-benar diimplementasikan untuk memperkuat program gizi di Indonesia,” tambah Afif.
Tim berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa UNAIR lainnya. “Jangan ragu mencoba. Kompetisi bukan hanya soal menang, tetapi proses belajar, disiplin, dan keberanian untuk berkarya,” pesan Himma.(*)
Penulis: Nafiesa Zahra
Editor: Khefti Al Mawalia





