UNAIR NEWS- Tim mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) yang terdiri dari ketua Alvyan Ananta Asis (Teknik Elektro), Nafisa Aura Qolby (Biologi), dan Nouval Gathantio Fayyazwari (Teknik Elektro) berhasil meraih prestasi. Mereka menyabet juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang berlangsung dalam rangka Industrial Engineering Festival (IE-FEST) 2025. Kompetisi ini berlangsung pada Kamis (06/11/2025), persembahan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.
LKTIN IE-FEST 2025 merupakan ajang bergengsi bagi mahasiswa tingkat nasional (D3/D4/S1) untuk menuangkan ide, riset, dan inovasi dalam bentuk karya tulis ilmiah yang aplikatif. Kompetisi kali ini membawakan tema “Youth’s Concrete Actions in Supporting the Sustainable Development Goals (SDGs)”. LKTIN IE-FEST 2025 hadir untuk menjadi sarana pertukaran gagasan kreatif sekaligus solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Inovasi Mikrokapsul Cerdas
Tim tersebut menghadirkan solusi teknologi mutakhir untuk mengatasi permasalahan korosi yang sering terjadi pada lapisan logam, seperti pada pipa geotermal. Teknologi ini mengadaptasi konsep self-healing yang terinspirasi dari mekanisme penyembuhan alami pada kulit manusia yang bertajuk REVIVE COAT : Mikrokapsul Cerdas untuk Penyembuhan Diri Otomatis pada Lapisan Logam.
REVIVE COAT adalah lapisan pelindung logam yang menggunakan mikrokapsul cerdas sebagai inti inovasinya. Mikrokapsul ini berisi imidazolin oleat, senyawa aktif yang berfungsi sebagai antikorosi. Dengan prinsip kerja yang terinspirasi dari kemampuan kulit manusia dalam menutup luka secara alami, mikrokapsul ini memiliki kemampuan untuk “menyembuhkan” kerusakan pada lapisan pelindung logam secara otomatis.
Ketika lapisan logam mengalami goresan atau retakan, mikrokapsul akan pecah dan melepaskan senyawa aktif yang akan membentuk lapisan pelindung baru pada area yang rusak. Dengan demikian, REVIVE COAT dapat memperbaiki diri sendiri tanpa perlu campur tangan manusia. Menjadikannya jauh lebih efisien dan tahan lama daripada dengan lapisan pelindung konvensional.
Motivasi di Balik Karya
Menurut Alvyan selaku ketua tim, pemilihan topik ini berawal dari dua permasalahan besar yang kerap dihadapi oleh Indonesia. Tingginya tingkat korosi pada pipa geotermal dan banyaknya limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat potensi teknologi material cerdas, tim memutuskan untuk mengembangkan mikrokapsul yang hanya akan aktif ketika terjadi kerusakan pada lapisan logam. Sehingga, dapat memberikan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi berkelanjutan dapat lahir dari permasalahan sehari-hari, bahkan dari bahan yang sederhana. Kami berharap teknologi ini bisa menjadi solusi yang aplikatif untuk industri, lingkungan, dan mendukung penggunaan energi berkelanjutan,” ujar Alvyan.
Melalui pencapaian ini, tim UNAIR ingin menginspirasi mahasiswa Indonesia lainnya untuk terus berinovasi dan menghasilkan solusi yang tidak hanya berdampak bagi industri, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan dan masa depan energi yang lebih baik.
Dengan kemenangan ini, tim UNAIR juga berharap agar riset mereka bisa lebih berkembang dan berguna dalam berbagai sektor industri. Khususnya, di bidang material dan teknologi pelindung logam, untuk mengurangi dampak negatif korosi terhadap infrastruktur dan energi.
Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto





