Universitas Airlangga Official Website

Kembangkan Produk Gelatin Ikan, Mahasiswa FPK UNAIR Lakukan Riset di Malaysia

Tim riset UNAIR dan UiTM berkolaborasi meneliti gelatin ikan pelata dan puput. (Foto: Istimewa).
Tim riset UNAIR dan UiTM berkolaborasi meneliti gelatin ikan pelata dan puput. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Dalam pengembangan riset berkelanjutan dengan pihak internasional, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) mengirimkan mahasiswanya ke Universiti Teknologi Mara (UiTM) Sarawak, Kampus Mukah. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 bulan dari (18/10/25) – (18/12/25).

Kegiatan Student Mobility Full Time tersebut diikuti oleh Fidela Rachmadania Azra dan Andini Putri Carolina. Dalam kegiatan itu Fidela menyebut bahwa mereka melaksanakan riset yang berupa pengembangan potensi perikanan lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi di masyarakat.

“Dalam riset ini, kami mengangkat komoditas perikanan khas daerah Mukah yaitu ikan pelata dan ikan puput. Kedua ikan ini banyak ditemukan di perairan Mukah, namun sering dibuang oleh nelayan karena dianggap tidak memiliki nilai jual. Karena itu, tim riset kami dengan pihak UiTM berinovasi untuk mengembangkan produk berbahan dasar ikan ini,” ungkapnya.

Fidela menyebut bahwa inovasi yang dikembangkan oleh tim nya dan UiTM yaitu gelatin berbahan dasar ikan Pelata dan Puput. Pemilihan bahan dasar dari ikan tersebut bukan semata untuk meningkatkan nilai jual saja, namun juga untuk memberikan opsi gelatin halal dan aman bagi masyarakat.

“Riset ini memberikan tantangan tersendiri bagi kami. Kami harus berdiskusi untuk menentukan arah penelitian, metode yang tepat dan jurnal yang terbatas karena ikan ini baru pertama kali diteliti. Hasil riset ini kemudian dapat menjadi data untuk skripsi kami serta akan diterbitkan di jurnal scopus,” ungkapnya.

Selain melakukan riset, Fidela menyebut bahwa selama di UiTM timnya juga mengikuti berbagai kegiatan seperti building team dan kunjungan ke universitas lain. Selain itu, ia berkesempatan mengikuti kegiatan kolaborasi pengujian dengan kampus UTS (Universiti Teknologi Sarawak). 

“Kedepannya, semoga riset ini dapat memberikan opsi gelatin yang halal dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu juga dapat memberikan nilai jual bagi ikan pelata dan puput yang awalnya dibuang masyarakat sehingga dapat menggerakkan sektor perekonomian yang ada di sana,” pungkasnya..

Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi

Editor: Khefti Al Mawalia