UNAIR NEWS – Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Universitas Airlangga (UNAIR) selalu menjadi garda terdepan upaya kebermanfaatan kepada masyarakat. UNAIR selalu aktif menelurkan riset, produk, hingga karya akademik lainnya untuk menjadi problem solver dalam segala permasalahan bangsa. Salah satunya ialah produk vaksin karya anak negeri, INAVAC, yang dikembangkan oleh para peneliti tangguh UNAIR.
Hal tersebut diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Erwin Ashta Triyono dr SpPD KPTI FINASIM. Momen itu disampaikan pada kegiatan Silaturahmi dan Apresiasi atas Kontribusi Mitra Rumah Sakit Site dalam Uji Klinis Pengembangan Vaksin Merah Putih (INAVAC) Tahun 2022 pada Jumat (3/2/2023) di Bumi Surabaya City Resort.
“Hari ini kita bisa me-remind kembali perjuangan yang saya ikuti sejak awal, mulai dari introduction pengenalan sampai sekarang, produk yang surat edarannya baru kemarin keluar dari Kementerian Kesehatan untuk penggunaan INAVAC di Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan vaksin tersebut akan mampu direalisasikan dengan baik apabila semua pihak bekerja sama. Bukan saya pemerintah Jawa Timur, melainkan hasil karya anak bangsa ini harus mampu dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia secara lebih luas. Dan pastinya akan memberikan daya tawar dan daya jual tersendiri.
“Meskipun total sekarang 1,2 juta yang sudah disiapkan oleh kementerian, diharapkan kalau memang bisa terserap semua di Jawa Timur, Excellent. Tapi harus tetap ada yang bisa diserap untuk di luar Jawa Timur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nasional,” ucapnya.
Selain itu, dalam sambutannya, ia berkata bahwa kini kita dihadapkan dengan kebimbangan antara status dari Covid-19. Disisi lain, WHO belum mengumumkan perubahan status dari pandemi, namun masyarakat kita sudah terlanjur menganggap bahwa Covid-19 sudah hilang.
“Begitu di-launching oleh presiden kalau PPKM sudah dihapus, itu masyarakat kita sudah menganggap ngga ada covid. Sehingga tantangan kita itu bagaimana mengupayakan mereka untuk tetap mau mengakses vaksin,” tambahnya.
Padahal, vaksin merupakan alat pertahanan ketika kita memutuskan untuk hidup berdampingan dengan virus, dalam hal ini Covid-19. Kedepan, edukasi mengenai manfaat vaksin perlu diperluas, tidak hanya sekadar untuk mencegah dari Covid-19 saja, melainkan lebih dari itu, salah satunya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
“Kalau dulu, vaksin itu karena dipaksa, moga-moga nanti betul-betul karena mereka tau manfaatnya. Sehingga di vaksin itu bukan karena prasyaratnya transportasi, tapi karena memang hidup bersama dengan Covid ini, salah satu kuncinya dengan vaksin,” tutupnya.
Dalam momen tersebut, Rektor UNAIR pun memberikan apresiasi penghargaan kepada beberapa pihak yang mendukung terciptanya vaksin INAVAC, diantaranya, Gubernur Jawa Timur, Walikota Malang, Bupati Jember, RSUD Dr Soetomo, RSUD Syaiful Anwar Malang, RS Universitas Airlangga, RS Paru Jember, dan RS Soebandi Jember. (*)
Penulis: Afrizal Naufal Ghani
Editor: Nuri Hermawan





