Universitas Airlangga Official Website

Kenali dan Cegah Stunting Sejak 1000 HPK

UNAIR NEWS –  Program IBU TANGGUH (Ibu Balita Tangguh: Kenali dan Cegah Stunting Sejak 1.000 HPK dengan CERIA) merupakan kegiatan pemberdayaan dan edukasi kesehatan oleh Mahasiswa KKN BBK 7 Universitas Airlangga di Kelurahan Sidomlangean, Kabupaten Lamongan, melalui kolaborasi dengan posyandu, bidan desa, kader kesehatan, ibu senden, dan ibu balita. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 13 Januari 2026 dalam rangkaian pertemuan posyandu di rumah kepala dusun, mencakup penyuluhan pencegahan stunting, pemeriksaan tumbuh kembang anak, serta pendampingan langsung kepada ibu balita agar mampu menerapkan praktik pengasuhan dan pemenuhan gizi yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi disampaikan secara sederhana, komunikatif, dan aplikatif melalui pendekatan CERIA (Cukupi kebutuhan gizi anak, Edukasi keluarga tentang nutrisi, Rajin pantau tumbuh kembang, Imunisasi lengkap, dan Awasi kebersihan), termasuk contoh menu MPASI yang bergizi, pemantauan berat dan tinggi badan anak, serta konseling bersama bidan desa.

Melalui program ini, para ibu dibekali pengetahuan penting tentang masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode emas tumbuh kembang anak, sehingga diharapkan mampu mencegah terjadinya stunting sejak dini. Kegiatan ini juga memperkuat peran kader posyandu dan ibu senden sebagai agen perubahan di masyarakat dalam memberikan edukasi kesehatan berkelanjutan. Seorang bidan desa menyampaikan, “Melalui pendampingan sederhana dan rutin di posyandu, para ibu menjadi lebih paham tentang pemberian ASI dan MPASI yang benar sehingga tumbuh kembang anak bisa lebih optimal.” Program IBU TANGGUH secara langsung mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan layanan dan kesadaran kesehatan ibu dan anak, SDG 2 (Zero Hunger/Gizi yang Baik) melalui edukasi dan praktik pemenuhan gizi seimbang untuk balita, serta SDG 4 (Quality Education) melalui pemberian pendidikan kesehatan yang berkualitas dan mudah dipahami bagi para ibu dan kader.