Universitas Airlangga Official Website

Kepuasan Mahasiswa Sains dan Kesehatan saat Perkuliahan Hybrid

Kepuasan Mahasiswa Ilmu Sains dan Kesehatan dalam mengikuti Perkuliahan secara Hybrid
Duta.co

Pandemi Covid-19 berdampak besar pada kehidupan manusia termasuk pada proses pembelajaran dan perkuliahan. Kegiatan perkuliahan sebelum pandemi Covid-19 didominasi oleh model pertemuan klasikal di ruang-ruang kelas. Namun, ketika restriksi perjalanan diterapkan saat pandemi, pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan beragam platform digital menjadi booming di masyarakat. Kondisi ini terus berlangsung bahkan setelah pandemi dinyatakan berakhir oleh pemerintah.

Pasca pandemi, format hybrid atau pembelajaran yang mengkombinasikan pertemuan langsung dengan pembelajaran jarak jauh menjadi pilihan utama pada berbagai program studi termasuk pada disiplin ilmu sains dan kesehatan. Pembelajaran model hybrid ini mengubah lanskap pembelajaran yang dahulunya condong pada pertemuan tatap muka langsung. Kondisi ini bukannya tanpa risiko. Hal ini disebabkan karena pertemuan hybrid dapat memengaruhi proses komunikasi yang efektif antara dosen dan mahasiswa.

Peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga bersama dengan peneliti dari Malaysia dan Uni Emirat Arab kemudian meneliti tentang kepuasan mahasiswa disiplin ilmu sains dan kesehatan dalam mengikuti pembelajaran model hybrid. Sekitar 300 orang mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian dengan masing-masing sepertiga berasal dari mahasiswa semester 1 dan 3. Hanya sedikit mahasiswa (6.3%) yang mengaku memiliki jaringan internet yang buruk sehingga dapat memengaruhi kualitas pembelajaran.

Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 70% responden mahasiswa mengaku puas dengan pembelajaran hybrid. Pola ini diklaim lebih cocok untuk pembelajaran individual dibandingkan kelompok. Disamping itu, peneliti menunjukkan bahwa koneksi internet menjadi faktor penentu kepuasan pembelajaran secara hybrid. Dengan kata lain, jaringan internet yang baik membuat mahasiswa puas dengan pola pembelajaran. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat merangsang minat untuk belajar meskipun secara jarak jauh.

Penulis: Andi Hermansyah, S.Farm., Apt., M.Sc., Ph.D.

Link: https://pharmacyeducation.fip.org/pharmacyeducation/article/view/2598

Baca juga: Hubungan Harga Diri dan Depresi pada Mahasiswi