Perubahan signifikan di lingkungan industri terjadi akibat isu revolusi industri 4.0. Untuk itu, para pengambil keputusan dituntut untuk beradaptasi dengan mengembangkan inovasi dan menciptakan perubahan yang berarti yang mampu membuat perusahaan bertahan dalam jangka panjang dengan cepat. Lebih lanjut, WIPO., (2020) menyebutkan bahwa salah satu indikator lemah Indonesia dalam Global Innovation Index 2020 adalah perusahaan R&D global yang menempati peringkat ke-42, lebih rendah dari negara lain. Seperti yang kita ketahui bahwa inovasi merupakan salah satu penggerak penting pembangunan negara, Indonesia membutuhkan lebih banyak upaya dan tindakan untuk meningkatkan inovasinya di berbagai bidang, terutama dalam mengembangkan bisnis yang canggih.
Seiring berjalannya waktu, keberadaan perempuan sebagai pemimpin menjadi layak dipertimbangkan. Dalam beberapa dekade terakhir, emansipasi perempuan dan kesetaraan gender perlahan-lahan menjadi isu utama secara global, terutama di Indonesia. Keberagaman direksi dapat diciptakan oleh perbedaan gender yaitu posisi perempuan dalam dewan direksi (Hernández-Lara & Gonzales-Bustos, 2019). Berdasarkan teori ketergantungan sumber daya, perluasan saluran perusahaan dan informasi meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, dan penciptaan inovasi dapat terwujud jika ada keragaman dewan dalam perusahaan.
Metode Penelitian dan Hasil
Iman Harymawan dan Kendra Nismara melakukan penelitian tentang bagaimana hubungan antara keragaman gender dewan dan inovasi di perusahaan keluarga Indonesia. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda untuk menjawab hipotesis, data yang digunakan merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di BEI untuk tahun 2010 hingga 2019. Jumlah sampel akhir penelitian ini sebanyak 868 observasi.
Penelitian ini menemukan terdapat hubungan positif antara keberagaman gender dengan inovasi perusahaan. Hasil ini mendukung hipotesis pertama penelitian ini. Artinya semakin tinggi tingkat keragaman jender dewan di perusahaan akan meningkatkan pengeluaran R&D secara signifikan. Selain itu, sebagaimana disebutkan dalam Griffin et al., (2021), semakin beragamnya gender dengan lebih banyak direktur perempuan di dalam perusahaan, dapat meningkatkan fokus mereka untuk memperhatikan kinerja jangka panjang. Selain itu, sebagaimana menurut teori resources-based view yang menyatakan bahwa sumber daya internal memainkan peran yang lebih penting bagi perusahaan daripada faktor eksternal dalam memperoleh dan mempertahankan keunggulan kompetitif, maka penelitian ini membuktikan keberadaan wanita memberi dampak baik bagi perusahaan, khususnya dalam meningkatkan inovasi.
Temuan kedua penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antara keragaman gender dewan di perusahaan keluarga dan inovasi, hasilnya menunjukkan hubungan negatif pada tingkat signifikansi 1%. Hasil ini mendukung hipotesis 2 penelitian ini bahwa perusahaan keluarga melemahkan hubungan antara keragaman gender dewan dan inovasi perusahaan. Hal ini sejalan dengan Gonzales-Bustos dkk. (2020) menemukan bahwa pengaruh positif keragaman gender pada inovasi lebih rendah di perusahaan keluarga. Hasil ini juga didukung oleh Chen dan Hsu (2009), yang menyatakan bahwa kepemilikan keluarga berhubungan negatif dengan investasi R&D, dan semakin tinggi tingkat kepemilikan keluarga, semakin besar kemungkinan perusahaan untuk mengurangi jumlah investasi R&D.
Penelitian ini memberikan kontribusi dalam beberapa hal. Pertama, penelitian ini menambah literatur terkait isu keragaman dan inovasi jender dewan. Direktur wanita memiliki perencanaan yang lebih matang dengan serangkaian ide dan solusi yang lebih baik, dan ini meningkatkan peran mereka dalam menciptakan inovasi. Kedua, terkait dengan literatur kepemilikan keluarga, penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai peran perusahaan keluarga dalam melemahkan hubungan antara dewan direksi perempuan dan inovasi. Ketiga, penelitian ini berfokus pada negara berkembang, khususnya Indonesia. Untuk itu, penelitian ini mengisi gap pada penelitian sebelumnya yang membahas tentang hubungan antara direktur perempuan dan inovasi yang dimoderatori oleh perusahaan keluarga.
Penulis: Iman Harymawan, S.E., MBA., Ph.D
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: http://jasf.upnjatim.ac.id/index.php/jasf/article/view/224
Harymawan, I., & Nismara, K. (2022). Board Gender Diversity and Corporate Innovation: Evidence from Indonesian Family Firms. Journal of Accounting and Strategic Finance, 5(1), 22-39.





