UNAIR NEWS – Pada usia yang masih sangat muda, Universitas Airlangga (UNAIR) telah berhasil menjalin kerjasama internasional dengan berbagai lembaga dan perguruan tinggi di luar negeri. Terdapat tiga kategori pada kerjasama di UNAIR, yaitu bidang peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sarana dan prasarana serta bidang penelitian.
Lembaga internasional yang bekerjasama dengan UNAIR antara lain seperti WHO,University of Californias Los Angeles, British Council, Ford Foundation dan lainnya. Semakin banyak keterlibatan lembaga-lembaga penting maka eksistensi UNAIR juga bekembang dengan baik.
Peningkatan Mutu Pendidikan
UNAIR pada periode awal sempat menghadapi berbagai masalah baik dalam segi jumlah pengajar maupun sarana dan prasarana. Guna mengatasi hal tersebut, terjalin afiliasi dan kerjasama dengan berbagai lembaga riset. Kemudian menjadi anggota dari organisasi yang mempunyai basis dan jaringan dari berbagai belahan dunia.Â
Wujud kerjasama internasional ini, yaitu pengiriman tenaga pengajar ke luar negeri, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan serta mendatangkan tenaga pengajar untuk mengajar di UNAIR. Para pengajar UNAIR datangkan dari berbagai negara seperti Belanda, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Italia. Swiss dan Hongkong.
Terdapat kebijakan lainnya yang ditempuh oleh UNAIR untuk peningkatan mutu lulusan. Cara tersebut dengan mengirimkan mahasiswa melanjutkan studi keluar negeri. Kerjasama antar dua Universitas yaitu UNAIR dengan University of Santo Tomas Republic of The Philippines tahun 2007-2012.
Pengembangan Sarana dan Prasarana
Terwujudnya pengembangan sarana prasarana di UNAIR, yaitu pembangunan perumahan para tenaga pengajar asing yang berjumlah empat orang. Perumahan berlokasi di kompleks Karang Menjangan dan dipimpin oleh Dr Wiley D Forbus (patologi). Pada tahun 2004, UNAIR dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya membuka pusat informasi yaitu American Corner.Â
Kerjasama selanjutnya juga UNAIR jalin dengan Centre Culturel et de Cooperation Linguistique (CCCL) yang berlangsung dari 25 Agustus 2009 hingga 25 Agustus 2010. Tujuannya yaitu mengadakan kuliah bahasa dan kebudayaan Prancis untuk mahasiswa FISIP dari prodi Ilmu Hubungan Internasional.
Fakultas lainnya juga menjalin kerjasama seperti Fakultas Ekonomi yang menandatangani MoU dengan International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF) pada 18 Februari 2008. Kegiatan meliputi penelitian gabungan, pemberian beasiswa dan pertukaran pelajar serta publikasi pengembangan ekonomi Islam.
Penulis: Ersa Awwalul Hidayah
Editor: Edwin Fatahuddin





