Universitas Airlangga Official Website

Ketahui Seputar Model Ekonomi CGE Berikut Ini

UNAIR NEWS – Model ekonomi menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu proses penyusunan kebijakan ekonomi. Kerangka teorinya yang konsisten dapat membantu lebih banyak pertimbangan intelektual dalam memilih suatu kebijakan. Tak hanya itu, model ekonomi juga berguna dalam perbaikan penyusunan kebijakan ekonomi.

Salah satu model ekonomi yang populer adalah Model Computable General Equilibrium (CGE). Model ini merupakan suatu sistem persamaan simultan tidak linier yang saling berkaitan. Sistem-sistem inilah yang kemudian merepresentasikan perilaku agen-agen ekonomi.

“Misalnya ada empat persamaan tetapi tidak linier. Kemudian, dengan equation yang simultan dan tidak linier tadi, mencoba menstimulasikan terkait kebijakan ekonomi dengan melakukan penyesuaian harga dan kuantitas sebagai penyeimbang pasar faktor produksi atau komoditi,” terang Prof Dr Djoni Hartono SSi ME  pada gelaran kuliah tamu Departemen Ekonomi UNAIR, Senin (21/5/2023).

Persamaan-persamaan dalam Model CGE ini, lanjut Prof Djoni, diderivasi dari teori mikroekonomi. Model ini dinilai menjadi metode terbaik guna menganalisis dampak kebijakan yang bersifat economy-wide. “Penekanan economy-wide di sini karena model-model ekonometrika itu dia tidak economy-wide, tidak terkait dengan sektoral,” terang guru besar FEB Universitas Indonesia ini.

Empat Blo

Terdapat minimal empat blok yang terdapat dalam Model CGE. Pertama, blok produksi yang mencerminkan struktur kegiatan produksi dan perilaku produsen. Kedua, blok institusi yang mencerminkan perilaku rumah tangga dan institusi lainnya. Ketiga, blok ekspor-impor yang menggambarkan keputusan dalam ekspor-impor barang dan jasa. Keempat adalah blok keseimbangan pasar juga menjadi elemen penting dalam Model CGE.

Ada dua hal yang menjadi representasi terpenting Model CGE. Pertama, sistem persamaan yang merepresentasikan agen-agen ekonomi di mana keputusan optimal terdapat di competible market economy. Kedua, banyaknya persamaan First Order Market (FOC) yang mengharuskan kita bisa melakukan derivasi matematika dan mengambil FOC-nya.

Penyusunan model ini mengharuskan tersedianya data I/O. “Tahapan penyusunan model ini tentu harus ada data. Gunakan apa yang disebut dengan I/O,” ungkap Prof Djoni.

Tahap selanjutnya ialah penyusunan atau modifikasi sistem persamaan agar memunculkan variabel exogenous dan endogenous. Yang penting berikutnya adalah memastikan agar model ini dapat mercari solusi dari sistem persamaan.

“Pastikan model dapat mencari solusi dari sistem persamaan. Terakhir adalah pengecekan model melalui beberapa simulasi sederhana supaya hasilnya memang logis dan kita bisa jelaskan konsepnya seperti apa,” tegas Prof Djoni. (*)

Penulis: Agnes Ikandani

Editor: Binti Q. Masruroh