Universitas Airlangga Official Website

Keterampilan Keperawatan pada Rehabilitasi Fisik Pasien

Perilaku Caring Islami Dapat Meningkatkan Imunitas Perawat pada Masa Pandemi COVID-19

Meskipun kemajuan di bidang medis telah signifikan, masih banyak kendala seperti kesalahan pengobatan, komunikasi yang tidak efektif, dan penerapan prinsip rehabilitasi fisik yang belum optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah komunikasi yang tidak efektif selama proses bedside handover, yang berdampak pada cedera, kecacatan, bahkan kematian pasien. Kurangnya keterlibatan keluarga pasien dan rendahnya kepuasan juga menjadi indikator bahwa mutu pelayanan belum maksimal.

Oleh karena itu, penerapan bedside handover berbasis Patient Family Centered Care (PFCC) diharapkan dapat meningkatkan komunikasi, kepuasan, keselamatan pasien, dan kualitas hubungan antara perawat dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh keterampilan keperawatan terhadap rehabilitasi fisik pasien melalui implementasi bedside handover berbasis PFCC.

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan model bedside handover berbasis PFCC (Patient and Family Centered Care) pada pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia, dengan melibatkan 155 perawat dan 155 pasien selama Maret hingga Juni 2024.

Analisis data menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) melalui perangkat lunak Smart PLS versi 3, yang memungkinkan pemodelan meskipun ukuran sampel kecil dan tanpa asumsi distribusi multivariat. Tahapan analisis meliputi perancangan outer model dan inner model, serta pengujian hipotesis menggunakan uji statistik-t, dengan nilai signifikansi ditentukan jika T-hitung > T-tabel (1,96) dan p-value ≤ 0,05.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor perawat seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman tidak berpengaruh terhadap penerapan bedside handover berbasis PFCC (Patient and Family-Centered Care). Sebaliknya, faktor-faktor yang memengaruhi penerapan bedside handover PFCC mencakup usia, jenis kelamin, tingkat ketergantungan pasien, dan ruang perawatan.

Faktor keterampilan juga berpengaruh melalui kemampuan berkomunikasi secara efektif, penguasaan penghentian keperawatan, pencatatan medis, analisis pasien, dan prosedur klinis. Selain itu, faktor sistem seperti kebijakan, standar operasional, sarana prasarana, dan dokumentasi turut mendukung implementasi.

Penerapan bedside handover berbasis PFCC sangat dipengaruhi oleh integrasi dalam tahapan persiapan, perkenalan, pertukaran informasi, serta keterlibatan pasien yang dilakukan dengan rasa hormat, berbagi informasi, partisipasi, dan kolaborasi, sesuai dengan komponen PFCC.

Penulis : Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)

Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul “Analysis of Nursing Skill Factors on Patient Physical Rehabilitation: Case Study on The Implementation of Family-Based Bedside Handover” dapat diakses pada https://revistaretos.org/index.php/retos/article/view/111641