Bagi banyak pembaca laporan keuangan, laporan audit sering kali terasa panjang, rumit, dan sulit dipahami. Namun, tahukah kita bahwa kerumitan bahasa dalam laporan audit bisa menjadi sinyal penting tentang perilaku manajemen perusahaan? Penelitian terbaru kami yang dipublikasikan di International Journal of Accounting & Information Management menunjukkan bahwa perusahaan yang terindikasi melakukan manajemen laba justru direspons auditor dengan laporan audit yang lebih panjang, lebih kompleks, dan lebih sulit dibaca, khususnya pada bagian Key Audit Matters (KAM). Penelitian ini adalah kerjasama tim yang diinisiasi oleh Prof. Iman Harymawan, PhD. (Universitas Airlangga, Indonesia), dan beberapa keanggotaan lainnya Dr. Imran Haider (Curtin University-Australia)., Suham Cahyono, S.A., M.Acc. (Universitas Airlangga-Indonesia), Professor Abdulaziz Alzeban (King Abdulaziz University-Saudi Arabia) dalam kerjasama riset kolaborasi internasional antara Universitas Airlangga, King Abdulaziz University, dan Curtin University.
Apa Itu Key Audit Matters (KAM)?
KAM adalah bagian laporan audit yang menjelaskan area paling signifikan dan berisiko dalam proses audit. Di sinilah auditor mengungkapkan akun atau transaksi yang memerlukan pertimbangan profesional tinggi, seperti pengakuan pendapatan, estimasi cadangan, atau valuasi aset. Tujuan KAM sederhana: memberi sinyal risiko kepada investor dan pemangku kepentingan. Namun, efektivitas sinyal ini sangat bergantung pada bagaimana informasi tersebut disampaikan—jelas atau justru berbelit.
Manajemen Laba dan Respons Auditor
Berdasarkan data perusahaan publik non-keuangan di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam selama periode 2016–2022, penelitian ini menemukan pola yang konsisten. Semakin tinggi indikasi manajemen laba, semakin banyak KAM yang diungkapkan auditor. Ini menunjukkan bahwa auditor tidak tinggal diam ketika menghadapi klien berisiko tinggi. Mereka justru berdampak dalam beberapa hal. Pertama, menambah jumlah isu audit penting. Kedua, memperluas penjelasan risiko. Ketiga, mengungkapkan pertimbangan profesional secara lebih rinci. Dengan kata lain, KAM berfungsi sebagai “lampu peringatan” atas potensi manipulasi laporan keuangan.
Mengapa Justru Menjadi Sulit Dibaca?
Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa KAM pada perusahaan dengan manajemen laba cenderung lebih sulit dipahami. Bahasa menjadi lebih teknis, kalimat lebih panjang, dan struktur penjelasan semakin kompleks. Fenomena ini bukan sekadar kebetulan. Ada dua penjelasan utama. Pertama, risiko audit yang tinggi memang menuntut penjelasan yang lebih kompleks. Auditor harus berhati-hati, akurat, dan lengkap agar tidak disalahartikan secara hukum. Kedua, kompleksitas bahasa dapat menjadi strategi komunikasi defensif auditor. Dalam situasi berisiko, auditor berusaha melindungi independensi dan reputasinya dengan menjelaskan segala kemungkinan secara detail, meski konsekuensinya mengurangi keterbacaan bagi pembaca awam.
KAM sebagai Mekanisme Disiplin
Temuan penting lainnya adalah efek jangka panjang dari KAM. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan KAM yang intensif pada satu tahun dapat menekan praktik manajemen laba di tahun berikutnya. Artinya, KAM tidak hanya berfungsi sebagai alat transparansi, tetapi juga sebagai mekanisme disiplin tata kelola. Ketika risiko telah diungkap ke publik, manajemen menghadapi tekanan reputasi dan pengawasan yang lebih besar, sehingga cenderung bersikap lebih konservatif di masa depan. Bagi investor, temuan ini menyampaikan pesan penting: jangan hanya melihat opini audit atau skor tata kelola, tetapi baca KAM dengan cermat. Banyaknya KAM dan tingkat keterbacaannya dapat menjadi indikator risiko tersembunyi yang tidak langsung terlihat di angka laba. Bagi regulator dan pembuat standar, riset ini menegaskan bahwa kualitas komunikasi audit sama pentingnya dengan kelengkapan informasi. Transparansi tidak hanya soal “apa yang diungkapkan”, tetapi juga “seberapa mudah dipahami”.
Menafsirkan Laporan Audit Secara Lebih Kritis
Pada akhirnya, laporan audit bukan sekadar dokumen formal. Ia adalah alat komunikasi antara auditor dan publik. Ketika bahasa menjadi semakin rumit, itu bisa menjadi tanda bahwa auditor sedang berhadapan dengan risiko yang tidak sederhana. Alih-alih menghindari laporan audit karena terasa sulit, publik justru perlu melihatnya sebagai sumber sinyal penting tentang kualitas tata kelola dan integritas laporan keuangan perusahaan. Di sanalah KAM memainkan perannya—sebagai penjaga transparansi sekaligus pengingat bahwa angka laba tidak selalu bercerita dengan jujur.
Penulis: Prof. Iman Harymawan, SE., MBA., PhD
Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://www.emerald.com/ijaim/article/33/5/902/1303008/Earnings-management-the-informative-value-of-key





