Universitas Airlangga Official Website

Kick-off Meeting dan Konsultasi Stakeholder Proyek PELITA Tandai Mulainya Kolaborasi Riset Internasional

Prof Ferry Efendi bersama para peneliti lainnya dalam Kick-off Meeting dan Konsultasi Stakeholder yang berlangsung di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (6/1/1202) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Research Center in Advancing Community Healthcare (REACH) menjadi bagian sentral pada proyek PELITA. Proyek penelitian tersebut secara resmi dimulai melalui pelaksanaan Kick-off Meeting dan Konsultasi Stakeholder yang berlangsung di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Pertemuan ini menandai dimulainya kolaborasi penelitian selama lima tahun yang didanai oleh Volkswagen Foundation dari Jerman.

Kegiatan ini mengumpulkan perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga negara, asosiasi profesi, organisasi internasional, institusi pendidikan, serta sektor swasta. Diskusi tersebut berfokus pada strategi penelitian dan signifikansi studi ini bagi kebijakan pengelolaan tenaga kesehatan di Indonesia. Khususnya terkait perawat yang bekerja di luar negeri.

Penelitian ini mengkaji dampak kebijakan Indonesia yang berupaya meningkatkan peran negara sebagai salah satu penyedia utama tenaga perawat di dunia. Kajian ini tidak hanya mempertimbangkan peluang di pasar kerja internasional. Tetapi juga mengevaluasi efeknya terhadap pasar tenaga kesehatan domestik serta sistem pendidikan keperawatan nasional.

Tim internasional yang melakukan penelitian ini dipimpin oleh Prof Julia Lohmann dari Ludwig Maximilian University Jerman, bersama dengan Prof Ferry Efendi dari UNAIR, Prof Rini Rachmawaty dari Universitas Hasanuddin, dan Associate Prof Firman Witoelar Kartaadipoetra dari Australian National University. Kerja sama antarnegara ini harapannya dapat memberikan perspektif perbandingan yang berbasis bukti untuk menyusun rekomendasi kebijakan. Dalam kolaborasi ini, UNAIR dan REACH berperan strategis sebagai pusat koordinasi riset di Indonesia. Termasuk dalam fasilitas keterlibatan stakeholder atau pemangku kepentingan serta implementasi penelitian.

Para pemangku kepentingan menekankan pentingnya mengawasi mobilitas perawat dari luar negeri agar tidak berdampak buruk dalam jangka panjang terhadap ketersediaan tenaga medis di dalam negeri. Mereka juga mengingatkan untuk mempertahankan standar rekrutmen yang adil, menjamin kualitas akreditasi pendidikan, serta memastikan bahwa kurikulum pendidikan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Selain itu, peserta konsultasi berharap agar hasil penelitian tidak hanya terpublikasi dalam bentuk akademik. Tetapi juga diubah menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret dan dapat diukur. Penyaluran hasil temuan secara bertahap dianggap penting untuk membantu proses pembuatan kebijakan yang sedang berlangsung, tanpa harus menunggu proyek selesai. Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk menjaga komunikasi yang saling melengkapi antara tim peneliti dan panel penasihat agar proyek tetap relevan, berdampak positif, dan berkelanjutan. Konsultasi lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan akan dilaksanakan dalam waktu tiga bulan ke depan.

Penulis: Prof Ferry Efendi