Universitas Airlangga Official Website

Kiprah Alumnus UNAIR Sebagai Direktur Investasi dan Penyaluran Dana Hibah Kementerian Keuangan

Iwan Nur Hidayat, alumnus program studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR). (Foto: Dok. Narasumber)
Iwan Nur Hidayat, alumnus program studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR). (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWSUniversitas Airlangga (UNAIR) senantiasa membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Bukti dari komitmen ini tercermin melalui pencapaian Iwan Nur Hidayat, lulusan program studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR tahun 1999. Iwan Kini menduduki jenjang karier membanggakan sebagai Direktur Investasi dan Penyaluran Dana Hibah, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 

Aktif Non-Akademik

Selama berkuliah di UNAIR, Iwan menjadi mahasiswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan non-akademik kampus. Ia sempat tergabung dalam beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), seperti UKM Bridge, UKM Panahan, dan UKM Penalaran. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Pimpinan Redaksi dan Pemimpin Umum Majalah Sektor FEB UNAIR, kemudian menjadi Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sektor FEB UNAIR. Terakhir, Iwan tercatat sebagai Sekretaris Senat Mahasiswa (red, kini bernama Badan Eksekutif Mahasiswa) FEB UNAIR. 

Iwan mengaku mendapat pengalaman berharga ketika ikut serta dalam beragam kegiatan kemahasiswaan itu, yang kemudian berperan besar dalam lingkup pekerjaannya. Berbagai tantangan yang Iwan lalui saat mengikuti organisasi-organisasi tersebut melatihnya menjadi pribadi yang pandai dalam mencetuskan ide kreatif, mengatasi problematika, memimpin tim, hingga manajemen waktu dengan baik. 

“Kita bisa berbicara dengan anak buah, atasan, atau pimpinan menggunakan pendekatan yang kira-kira tidak hanya sebatas pada aspek dunia kerja, tetapi ada aspek idealitas yang bisa kita bawa. Kita tahu bagaimana cara kita mengemas ide, memasarkan ide, serta paham kapan dan di mana ide itu harus muncul,” ujarnya.

Iwan Nur Hidayat bersama Vice President of Strategy OPEC Fund, Musab Alomar, saat penandatanganan kesepakatan kerja. (Foto: Dok. Narasumber)
Kontribusi untuk Negara

Sebagai Direktur Investasi dan Penyaluran Dana Hibah Kementerian Keuangan, Iwan memegang tanggung jawab besar dalam mengelola dana abadi (endowment fund) sekaligus menyalurkan hasilnya kepada negara-negara penerima manfaat. Hingga saat ini, tercatat sekitar 90 negara telah menerima bantuan hibah dari Indonesia.

Alhamdulillah, sejak saya bergabung tahun 2022 sampai sekarang, ada kenaikan kinerja hibah yang lumayan besar. Ketika saya masuk itu sebenarnya putaran hibah kita hanya sekitar Rp30 miliar. Sekarang tahun 2025, Insya Allah kalau lancar, kita sudah tembus sekitar Rp400 miliar,” ungkapnya.

Selain bertujuan utama membantu negara-negara yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi, penyaluran dana hibah ini juga menjadi wujud nyata kontribusi Indonesia Indonesia dalam solidaritas global kepada negara-negara berkembang lainnya. Hal ini krusial terutama ketika saat ini Indonesia adalah anggota G20 (Group of Twenty), yang merupakan kelompok negara yang menjadi motor perekonomian dunia. Peningkatan kesejahteraan negara penerima manfaat nantinya diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan investasi yang lebih luas bagi Indonesia.

“Dalam hubungan internasional dan perekonomian, ketika kita membantu negara lain, pada dasarnya yang mendapatkan manfaat nantinya bukan hanya negara itu, tetapi ujung-ujungnya akan bermanfaat bagi Indonesia,” tambah alumnus FEB UNAIR itu.

Pesan untuk Generasi Muda

Di tengah tantangan perekonomian yang semakin kompleks, Iwan berpesan kepada generasi muda yang ingin melanjutkan karier pada ranah ini untuk memperkuat keteguhan hati dan tidak terjebak pada pola pikir serba instan. Ia menekankan pentingnya memahami kembali nilai-nilai dasar agar semangat para pendiri bangsa tetap hidup. Ia juga berpesan agar generasi muda mengarahkan pengetahuannya untuk tujuan yang tepat agar dapat memberi dampak nyata bagi dunia.

Iwan juga turut menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memperbanyak ilmu di luar lingkup akademik. Ia menilai kegiatan non-akademik akan menyumbang porsi yang lebih besar untuk mempermudah jenjang karier. “Kuliah itu mungkin bisa menjamin kalian memahami alatnya, tetapi ketika sampai pada penerapannya, harus ada experience yang kalian dapatkan melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya non-akademik,” pungkasnya.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Ragil Kukuh Imanto