Universitas Airlangga Official Website

Kiprah Dr Diana, Alumnus Psikologi UNAIR Penggerak Pusat Krisis UNESA

Dr Diana Rahmasari SPsi MSi Psikolog, alumnus Fakultas Psikologi UNAIR, bagikan cerita perjalanannya semasa kuliah (Foto: Istimewa)
Dr Diana Rahmasari SPsi MSi Psikolog, alumnus Fakultas Psikologi UNAIR, bagikan cerita perjalanannya semasa kuliah (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) terus melahirkan lulusan yang berkiprah luas di berbagai bidang. Salah satunya adalah Dr Diana Rahmasari SPsi MSi Psikolog. Ia merupakan alumnus Fakultas Psikologi UNAIR, yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Perjalanan panjangnya semasa kuliah, kini mengantarkannya menjadi seseorang yang tangguh hingga mampu mencapai posisi strategis dalam dunia akademik. 

Temukan Jalan Hidup di Jurusan Psikologi

Berasal dari keluarga dengan delapan saudara, Dr Diana tumbuh dengan teladan kerja keras dari kedua orang tuanya. Ayahnya seorang guru SMEA, sementara ibunya mengurus penuh pekerjaan rumah tangga. Kondisi itu membuatnya terbiasa untuk mandiri sejak kecil, termasuk ikut membantu usaha kecil yang keluarganya jalankan. “Pengalaman bekerja wirausaha sejak kecil, ikut membantu sikap kerja saya,” ujarnya.

Lebih lanjut, pengalaman itu tidak hanya menumbuhkan etos kerjanya, tetapi juga membentuk kepekaannya terhadap persoalan manusia dan relasi sosial di sekitarnya. Ia lantas mengarahkan minatnya pada dunia Psikologi. Dari dinamika psikologis di keluarga, pengalaman pertemanan, hingga keinginannya untuk memahami manusia lebih dalam membuatnya mantap memilih jurusan itu sebagai jalan hidup. 

“Saya suka psikologi sejak SMA. Waktu itu, teman-teman suka curhat dan saya pun bisa melihat berbagai pengalaman psikologis orang lain. Psychology is knowledge about helping people,” ungkap Dr Diana. 

Meski demikian, perjalanan awal kariernya tidak terlepas dari berbagai tantangan. Ia juga mengandalkan beasiswa maupun bekerja sampingan demi menyelesaikan kuliah, sebelum akhirnya mengabdi sebagai guru BK dan menjadi dosen di UNESA. Kesempatan-kesempatan itu, lantas membuka jalan baru baginya untuk melanjutkan pendidikan S2 di UGM dan S3 di Psikologi UNAIR. 

Inisiasi Satuan Mitigasi Crisis Center UNESA

Berbagai rekam jejak atas dedikasinya, membuat Dr Diana kemudian mendapat kepercayaan untuk menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan kampus, mulai dari menjabat Sekretaris Program Studi Psikologi UNESA saat pertama kali berdiri, Ketua Jurusan, hingga menjadi figur penting sebagai ketua dalam pembentukan Satuan Mitigasi Crisis Center (SMCC) atau Pusat Krisis UNESA pada masa pandemi COVID-19. 

“Berkat prestasi dan kinerja saya di SMCC, saya dipercaya mendapat amanah sebagai dekan,” tutur Pakar Psikologi Positif Pada Remaja itu. 

Kontribusi Dr Diana dalam SMCC juga menjadi salah satu bagian paling signifikan dari perjalanan kariernya. Ia terlibat sejak awal dalam membangun struktur, merancang program, hingga menentukan arah unit tersebut selama masa pandemi COVID-19. SMCC, sebutnya, tidak hanya menangani vaksinasi dan kesehatan fisik civitas academica, tetapi juga memberikan pendampingan kesehatan mental serta respons cepat pada berbagai situasi krisis. Dedikasinya dalam memastikan layanan berjalan setiap hari, termasuk turun langsung ke lapangan, menjadi bukti komitmennya dalam melayani masyarakat kampus.

Di dalam kepemimpinannya hingga sekarang, ia selalu menekankan nilai-nilai yang ia serap sejak kecil. Pola asuh orang tuanya, sebutnya, menjadi dasar dalam cara ia bekerja dan memaknai tanggung jawab. “Bekerja bagi saya adalah amanah dan ibadah. Tidak memikirkan pujian, tetapi memberikan capaian terbaik dengan tulus,” ucapnya.

Pada akhir, Dr Diana turut memberikan pesan pula kepada mahasiswa agar selalu mengembangkan diri, berani bermimpi, dan tetap teguh menjaga hubungan dengan Tuhan. “Kenali potensi diri, teruslah mengembangkan kompetensi dan bentuk karakter yang baik. Jangan pernah meninggalkan Tuhan.”

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto