Universitas Airlangga Official Website

Kisah Sukses Alumnus UNAIR Menjadi Legal Group Head PT Angkasa Pura Indonesia

Alumnus Fakultas Hukum UNAIR, Arie Ahsanurrohim SH MH (Foto: Dok. Narasumber)
Alumnus Fakultas Hukum UNAIR, Arie Ahsanurrohim SH MH (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Alumnus Fakultas Hukum UNAIR, Arie Ahsanurrohim SH MH menunjukkan kiprah luar biasa di bidang hukum. Sejak 2012, ia berproses di PT Angkasa Pura Indonesia. Perjalanan karirnya menjadi bukti bahwa kemauan belajar dan konsistensi tinggi akan mengantarkan pada terbukanya peluang yang besar.

Arie, sapaannya, memulai perjalanan karir di PT Angkasa Pura Indonesia dengan posisi dan penempatan yang menurutnya kurang sesuai. Namun, ia menganggap bahwa posisi saat itu adalah bagian dari proses bertumbuh. Setelah menjalani dengan sepenuh hati, ia merasa bahwa jalan yang ia tempuh adalah rencana Allah SWT.

“Mungkin berkat Allah SWT. Kalau masuk kantor pusat itu saingannya berat. Karena saya di Solo (penempatan saat itu, red), mengerjakan beberapa hal di luar fungsi legal, mungkin bagaikan permata di jerami, itu tetap bersinar. Jadi, mungkin sangat mudah di-notice oleh kantor pusat, dan akhirnya saya dipindah tugaskan ke kantor pusat,” ungkapnya.

Di kantor pusat, Arie menapaki karir di core competence-nya. Tidak lama, ia kemudian mendapatkan promosi pada posisi Legal and HR Assistant Manager, Ngurah Rai Commercial SBU, unit khusus yang terbentuk dari kerja sama antara Angkasa Pura I dengan GVK Service Indonesia. Sebagai informasi, GVK Service merupakan perusahaan pengelola bandara di India (Mumbai Airport) saat itu. Promosi tersebut salah satunya berlatar belakang kebolehannya dalam berbahasa Inggris yang sudah terlatih sejak bangku perkuliahan.

Singkat cerita, setelah melalui perjalanan panjang, Arie konsisten di PT Angkasa Pura Indonesia. Hingga kemudian ia mendapatkan kepercayaan untuk menempati posisi Legal Aid and Institutional Relation Group Head, sekaligus merangkap posisi PGS Corporate Secretary Group Head. Tentu posisi strategisnya saat ini dipengaruhi oleh peningkatan kinerjanya yang konsisten dan kemauan terus belajar.

Setiap perjalanan seringkali disertai rintangan. Dalam perjalanannya, Arie juga menghadapi beberapa tantangan. Seperti budaya kerja yang mengharuskan Arie untuk bertemu dengan banyak orang asing. “Di dalamnya itu juga ada pro-hire dari British dan Denmark, aksennya beda-beda. Kemampuan bahasa Inggris saya meskipun buat saya cukup percaya diri, tapi challenge-nya luar biasa,” tambahnya.

Tantangan lain muncul dari sisi kepemimpinan. Sebagai orang dengan kepribadian introvert, ia merasa dipaksa menjadi extrovert. Namun, berkat kegigihan, ia berhasil menaklukkan tantangan yang ada. “Perlu building trust, building image. Itu salah satu yang mungkin dipandang cukup baik di mata manajemen sampai sekarang,” jelasnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan tiga hal penting yang harus dimiliki dalam dunia kerja, yakni strong leadership, strong mentality, dan clear vision. “Jadilah orang yang berstandar global. Jangan menjadi orang yang hanya ikut best practice. Tapi, ciptakan next practice-nya. Tetaplah jadi orang yang pembelajar dan jangan membatasi diri,” pungkasnya.

Penulis: Uswatun Khasanah 

Editor: Yulia Rohmawati