Universitas Airlangga Official Website

Kita Kekurangan Pendongeng

Ketika pak Gita Wirjawan mantan menteri perdagangan Indonesia tertegun dengan betapa tingginya pengetahuan tamu yang diundang dalam podcastnya yaitu Prof. Peter Carey seorang Inggris tapi begitu paham dan detail tentang sejarah perang Jawa, filsafah orang Jawa, pak Gita lalu mengatakan “kita ini kekurangan pendongeng” tentang Indonesia; pendongeng yang dimaksud adalah para anak bangsa yang menggeluti sejarah bangsa dan menceritakannya kepada seluruh bangsa dan dunia secara rinci dan mengagumkan.

Lalu saya ingat dan kenal seorang bernama Karim Raslan, dia adalah kolumnis dan pengamat ASEAN. Dia telah menulis berbagai topik sejak 20 tahun silam. Kolomnya CERITALAH, sudah dibukukan dalam “Ceritalah Malaysia” dan “Ceritalah Indonesia”.

Karim Raslan adalah seorang penulis terkemuka dan konsultan yang berbasis di Indonesia dan Malaysia. Dia adalah satu dari sedikit ahli di bidang social, ekonomi, dan politik sekaligus, untuk regional Asia Tenggara. Beliau adalah pembicara di berbagai seminar tentang ASEAN (dan Asia) dan mempunyai kantor di Kuala Lumpur, Jakarta, Manila, dan Bangkok. Keahlian dan kapasitasnya yang memadai untuk urusan regional tersebut membawanya menjadi tamu di berbagai media cetak dan eletronik di Indonesia.

Di samping itu, Karim Raslan adalah seorang Indonesianist sejati dengan pengetahuan tentang sejarah, tokoh, social, ekonomi, politik, diplomasi Indonesia yang sangat mumpuni. Kebanyakan Indonesianist berasal dari Amerika Serikat, Australia dan Belanda. Namun Karim Raslan seorang keturunan Melayu Inggris dari Malaysia sebenarnya adalah seorang Indonesianist dari negeri yang terdekat dengan Indonesia. Pengetahuan Karim Raslan mengenai Indonesia barangkali lebih “baik” dibanding dengan para Indonesianist dari negeri barat, karena factor kedekatan geografis dan keturunan Melayunya yang membuat dia memiliki ke Indonesiaannya lebih dari para Indonesianist barat. Jangan-jangan, pengetahuannya tentang Indonesia melebihi kebanyakan orang Indonesia sendiri, Saking cintanya terhadap Indonesia, Karim secara rutin berkunjung ke pulau-pulau di nusantara ini dan malahan memiliki rumah di Jakarta dan Bali. Tulisan-tulisan Karim banyak berisi kekaguman dia tentang diaspora persoalan-persoalan di Indonesia. Karim juga secara rutin menulis artikel di berbagai harian nasional dan majalah terkemuka di Indonesia.

Salah satu bukunya mengenai Indonesia berjudul “Ceritalah: Indonesia” yang berisi kumpulan tulisan-tulisannya tentang Indonesia sejak 10 tahun terakhir. Dari tulisan2-nya, kita bisa diselami betapa murninya kecintaan Karim Raslan akan Indonesia, dan betapa pengetahuannya tentang Indonesia digalinya berdasarkan kecintaannya tersebut. Salah satu bukti nyata kecintaannya pada Indonesia adalah, dia pernah menyelenggarakan seminar interaktif di London, dan dia sebagai pembicaranya, yang bertema “Indonesia in the Asian Century: Opportunities and Challenges”. Sesuatu yang mungkin tidak akan dilakukan oleh siapapun orang Indonesia dengan perencanaan sendiri.

Nampaknya kita juga di Universitas Airlangga ini juga perlu muncul “pendongeng” yang mampu menceritakan sejarah Unair, potensi yang dimilikinya, pencapaian, tokoh-tokoh penting di lingkungan Unair termasuk berbagai kontribusi para Ksatria Airlangga pada bangsa dan negara.