UNAIR NEWS – Mahasiswa KKN-BBK 7 Universitas Airlangga Desa Karangkuten Gondang Mojokerto melaksanakan Program Kerja Bidang Lingkungan bertema “BIO ENZI!: Aplikasi Teknologi Enzim untuk Penanganan Limbah dan Polusi Bau pada Ternak.” Kegiatan ini berlangsung di Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, dengan lokasi pelaksanaan di Balai Dusun Tumbuk pada Sabtu, 17 Januari 2026. Program tersebut menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam memberikan solusi inovatif terhadap persoalan limbah dan bau dari usaha peternakan, sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan desa yang lebih sehat.
Permasalahan limbah ternak kerap dikeluhkan warga, terutama bau menyengat yang muncul dari kandang ternak unggas dan ternak besar. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Melalui program BIO ENZI!, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan teknologi enzim sebagai alternatif pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Eduardus Bimo Aksono Herupradoto, drh., M.Kes. sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa teknologi enzim bekerja dengan mempercepat penguraian limbah organik sehingga dapat menekan bau dan meningkatkan kebersihan lingkungan. “Penggunaan enzim pada limbah ternak merupakan solusi yang efektif dan aman karena memanfaatkan proses biologis alami tanpa merusak lingkungan,” jelas Prof. Bimo.
Audiens kegiatan ini tidak hanya terdiri para peternak, tetapi juga melibatkan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Karangkuten. Keterlibatan BUMDes dinilai penting sebagai upaya membuka peluang pengelolaan limbah ternak berbasis ekonomi desa. Koordinator Program Lingkungan KKN, Dhea Ristika Prameisella, menyampaikan bahwa kehadiran pengurus BUMDes diharapkan mampu memperluas dampak program. “Kami berharap BUMDes dapat berperan dalam pengembangan dan keberlanjutan teknologi BIO ENZI!, baik sebagai unit pengelola maupun sebagai peluang usaha desa,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan. Salah satu pengurus BUMDes, Alfian mengaku optimistis setelah mengikuti sosialisasi tersebut. “Selama ini bau kandang sering menjadi masalah. Dengan teknologi enzim ini, kami mendapat solusi yang lebih praktis dan ramah lingkungan,” tuturnya.
Pemerintah desa memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Kepala Desa Karangkuten, Novi Prihatiningrum S.IP, menilai program BIO ENZI! sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan kualitas lingkungan. “Kegiatan ini tidak hanya menyelesaikan masalah bau, tetapi juga membuka wawasan baru tentang pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” ucapnya.
Program BIO ENZI! ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan tersebut mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengurangan polusi bau yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Selain itu, pengelolaan limbah ternak berbasis teknologi enzim turut berkontribusi pada SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dengan menekan risiko pencemaran tanah dan sumber air akibat limbah organik.
Dari aspek lingkungan, penerapan teknologi enzim dalam program BIO ENZI! mendukung SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDGs 15 (Ekosistem Daratan) karena mendorong pengelolaan limbah ternak secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Upaya pengurangan emisi bau hasil penguraian limbah juga sejalan dengan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Sementara itu, keterlibatan pengurus BUMDes membuka peluang pengembangan unit usaha desa berbasis pengelolaan limbah, yang mendukung SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui program BIO ENZI!, mahasiswa KKN berharap tercipta sinergi antara peternak, BUMDes, dan pemerintah desa dalam mewujudkan lingkungan peternakan yang bersih, sehat, serta mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
Penulis: Dhea Ristika Prameisella





