UNAIR NEWS – Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar webinar bertajuk Pesantrenpreneur: Menggali Potensi Ekonomi Pesantren pada Jumat (26/9/2025). Acara yang diadakan secara daring ini menghadirkan Yason Taufik Akbar, SEI, MSEI dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu nara sumber.
Peran Bank Indonesia
Dalam pemaparannya, Yason menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pengembangan ekonomi pesantren harus mencakup fungsi pendidikan, dakwah hingga fungsi ekonomi.
“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga memiliki peluang nyata memberi kontribusi bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan strategi BI melalui integrasi fungsi pesantren dengan dukungan lembaga keuangan syariah. Program yang didorong antara lain peningkatan akses pesantren ke pembiayaan syariah, pengembangan kurikulum kewirausahaan, serta kolaborasi dengan usaha menengah dan besar.
“Pesantren dapat menjadi penggerak ekonomi melalui penguatan infrastruktur bisnis dan jaringan kelembagaan. Dengan begitu, santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga memiliki bekal keterampilan ekonomi,” tambah Yason.
Ekosistem Halal dan Kemandirian Pesantren
Selain itu, Yason juga memaparkan berbagai program BI dalam memperkuat ekosistem halal. Program tersebut mencakup sertifikasi produk halal, penguatan keuangan sosial syariah, hingga festival literasi ekonomi syariah nasional.
“Konsep yang kami dorong adalah end to end process, dari hulu ke hilir. Mulai dari sektor pertanian, pengolahan, distribusi, hingga perdagangan, semuanya bisa dilakukan oleh unit usaha pesantren dengan berbasis rantai nilai halal,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah mendorong kemandirian pesantren. Hal ini diwujudkan melalui kontribusi nyata terhadap perekonomian lokal, penguatan potensi ekspor, serta pengendalian inflasi lewat komoditas strategis.
“Pesantren yang mandiri tidak hanya mampu menghidupi dirinya sendiri, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkas Yason.
Acara yang dipandu oleh Mahasiswa FEB UNAIR, Nasua Okta Kusuma, itu diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan. Webinar itu diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara akademisi, regulator, dan masyarakat untuk memperkuat kapasitas pesantren. Dengan begitu, pesantren dapat terus berperan aktif dalam membangun ekonomi umat secara berkelanjutan.
Penulis: Tsabita Nuha Zahidah
Editor: Khefti Al Mawalia





