UNAIR NEWS – Sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGS), Universitas Airlangga (UNAIR) bersama dengan Trans ASEAN Backpackers (TABS) menyelenggarakan kegiatan clean up dan penanaman mangrove dalam rangkaian puncak acara ‘Sea of Change SDG Forum’. kegiatan ini yang bertajuk ‘Climate & Land: Forest and Biodiversity as Natural Climate Solution of ASEAN’ yang berlangsung pada Hari Rabu (5/11/2025) di Taman Mangrove Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur.
Cleanup dan Tanam Mangrove
Pada sesi wawancara, Prof Hery Purnobasuki Msi PhD selaku ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPPM), menyatakan bahwa program ini menjadi wujud nyata kolaborasi internasional dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan dan krisis iklim di dunia.
Lebih lanjut, Prof Hery menjelaskan bahwa delegasi dari TABS merupakan peserta terpilih usia 18-20 tahun yang telah berhasil melewati seleksi ketat. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar tentang konservasi mangrove, tetapi juga membantu mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada climate action dan life below water.
“Kegiatan ini sangat penting karena melibatkan generasi muda, seperti TABS yang membawa pemuda Malaysia untuk memperlihatkan secara langsung kondisi alam dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Prof Hery.

Kegiatan bermula dengan perjalanan menggunakan perahu menuju lokasi konservasi mangrove. Setelah itu, para peserta melakukan bersih pantai selama 30 menit, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sebagian besar sampah yang ada di sekitar mangrove berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Kegiatan berlanjut dengan penanaman mangrove.
“Ada total 500 bibit mangrove yang sudah disediakan, dan para peserta dibebaskan untuk menanam berapapun,” ujar petugas konservasi.
Pesan dan Kesan Peserta
Salah satu peserta dari TABS, Muhammad Taqiuddin Bin Niza yang kerap dipanggil Taqi membagikan pengalaman pertamanya dalam kegiatan konservasi mangrove. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik dan harus dipraktekkan secara langsung.
“Saya rasa kegiatan ini harus dipraktekkan langsung. Melihat kondisi iklim yang semakin buruk, saya tergerak untuk turut membantu memperbaiki kondisi lingkungan,” ujar Taqi.
Kegiatan berlannut dengan rangkaian Talkshow dan Seminar yang membahas pentingnya peran generasi muda dalam menjaga lingkungan global. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi kolaborasi tahunan, agar semangat kepedulian mahasiswa terus tumbuh,” pungkas Prof Hery.
Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto





