Universitas Airlangga Official Website

Kolaborasi Kelompok BBK 7 dan PKK Desa Gembong Dorong Pemanfaatan Minyak Jelantah Bernilai Guna

Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga memberikan penjelasan kepada ibu-ibu PKK mengenai cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aroma

UNAIR NEWS – Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menawarkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat minyak jelantah yang dibuang sembarangan dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu-ibu PKK di Desa Gembong mengenai pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Januari 2026, pukul 09.00 WIB di Balai Desa Gembong dan diikuti oleh 61 anggota PKK.


Minyak jelantah termasuk dalam limbah rumah tangga yang dihasilkan dari aktivitas memasak sehari-hari. Minyak jelantah termasuk limbah yang sulit diolah dan sering dibuang. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Pembuangan minyak jelantah ke saluran air atau tanah dapat mencemari lingkungan, menyumbat saluran drainase, dan merusak ekosistem.

Di sisi lain, minyak jelantah memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah lilin aromaterapi. Lilin aromaterapi memiliki manfaat sebagai media relaksasi serta memiliki nilai jual yang cukup baik. Oleh karena itu, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat menjadi solusi yang mudah dan cepat dalam mengurangi limbah sekaligus menjadi potensi usaha untuk warga.


Kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menawarkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat minyak jelantah yang dibuang sembarangan dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu- ibu PKK mengenai pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis.


Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran utama ibu-ibu PKK. Pelaksanaan diawali dengan kegiatan sosialisasi yang bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai dampak negatif membuang minyak jelantah sembarangan terhadap lingkungan serta potensi pemanfaatannya menjadi produk yang memiliki nilai dan dilakukan sesi tanya jawab. Selanjutnya, dilakukan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Minyak jelantah sudah dibersihkan beberapa hari sebelumnya untuk mengurangi durasi waktu. Demonstrasi diawali dengan pencampuran bahan, hingga proses pencetakan lilin. Setelah demonstrasi, peserta diberikan kesempatan untuk ikut melakukan pembuatan lilin aromaterapi. Hasil dari pembuatan lilin aromaterapi menjadi oleh – oleh atau contoh untuk dibawa pulang peserta.


Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar dengan tingginya partisipasi aktif dari ibu – ibu PKK. “Kegiatan ini bagus karena bisa memanfaatkan minyak jelantah kembali. Dulu minyak jelantah tidak bisa dimanfaatkan kembali, tetapi sekarang tidak harus dibuang dan bisa diolah menjadi lilin yang bernilai. Bisa untuk usaha ibu – ibu dan respon dari peserta di akhir kegiatan juga sangat antusias,” ujar Ibu Inggi Ketua PKK Desa Gembong. Salah satu Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga, Lian Safina Hapsari juga menyampaikan bahwakegiatan ini sangat membantu ibu-ibu rumah tangga untuk mengolah limbah rumah tangga yakni minyak jelantah. “Kegiatan ini bisa dijadikan momentum untuk ide usaha para ibu rumah tangga sambil menjaga pelestarian lingkungan, banyak dari ibu-ibu sudah tidak sabar ingin mencoba di rumah cara pembuatannya.” Ujar Lian.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang berkelanjutan untuk menjaga lingkungan dan menjadi ide usaha bagi ibu – ibu PKK. Kegiatan ini juga ditujukan untuk memenuhi Sustainable Development Goals di bidang Decent Work and Economic Growth dan Responsible Consumption and Production.

Penulis: Tim BBK 7 Desa Gembong