UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meraih prestasi di kancah internasional. Tim lintas fakultas UNAIR berhasil meraih Gold Medal dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025, sebuah kompetisi esai dan inovasi internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro. Kegiatan ini berlangsung di Semarang pada (1–3/11/2025) dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara.
Tim UNAIR yang terdiri atas Hanif Ade Saputri (FST, 2022), Maharani Firdya Ayuni (FST, 2022), Jhose Wahyudi (FIB, 2022), Nabil Faizullah (FIB, 2022), Arifatun Nazilah (FV, 2024), dan Khaerul (FEB, 2024) berhasil menorehkan prestasi berkat karya inovatif mereka dalam bidang kesehatan masyarakat.
Dari Ide hingga Penghargaan Internasional
Dalam wawancara, Hanif menjelaskan bahwa timnya memulai proses dengan brainstorming ide-ide yang sedang relevan dengan isu kesehatan global, menulis paper, dan mempersiapkan presentasi. “Kami berusaha mencari permasalahan kesehatan yang mendesak dan memberikan solusi berbasis inovasi,” ujarnya.
Proses tersebut berakhir dengan sesi presentasi di depan juri internasional, di mana tim UNAIR berhasil menunjukkan gagasan yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga aplikatif. “Kunci kami adalah membaca masalah dengan cermat dan menawarkan solusi yang realistis. Selain itu, kerja sama tim menjadi faktor penting dalam penulisan paper dan penyusunan presentasi,” tambah Arifatun.
Tantangan dan Motivasi
Arifatun menjelaskan salah satu tantangan terbesarnya adalah manajemen waktu antara perkuliahan dan persiapan lomba. “Karena kompetisi ini berskala internasional, standarnya sangat tinggi. Kami harus memastikan data, konsep, dan presentasi benar-benar matang. Solusinya, kami membagi tugas sesuai keahlian dan saling mendukung satu sama lain,” jelas Arifatun.
Motivasi utama tim ini adalah keinginannya dalam menantang diri dan membawa nama UNAIR di tingkat global. “Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing secara internasional, asalkan konsisten dan percaya diri,” tambah Khaerul.
Konsistensi dan Kerja Tim Jadi Kunci
Keberhasilannya mendapatkan gold medal bukan semata karena ide inovatif, tapi juga karena komitmen dan konsistensi dalam menjalani setiap proses. “Kami lebih fokus memberikan yang terbaik di setiap tahap, mulai dari riset, penulisan, hingga presentasi. Dengan begitu, rasa percaya diri datang dengan sendirinya,” tutur Maharani.
Sebagai penutup, Arifatun menitipkan pesan kepada mahasiswa UNAIR untuk tidak takut mencoba dan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. “Jangan takut untuk mencoba. Kesempurnaan tidak akan datang sebelum kita berani melangkah. Mulailah dari langkah kecil, percaya pada kemampuan diri, dan jangan ragu mencari mentor yang bisa mendukung. Dari mencoba, kita bisa menemukan potensi terbaik dalam diri kita,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto





