Universitas Airlangga Official Website

Kombinasikan Aloe Vera dan Polimer Tuntaskan Penyakit Gigi dan Mulut Periodontitis

Lebih dari separuh penduduk dunia mengalami penyakit gigi dan mulut, dimana hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari – hari. Jumlah penyakit gigi dan mulut mengalami peningkatan sebesar 40% dari tahun 1990 hingga 2015 yang mencapai 3,5 miliar jiwa. Periodontitis menempati urutan kedua penyakit gigi dan mulut, dimana orang yang mengalami penyakit ini mencapai 42,8% penduduk Indonesia. Salah satu pengobatan klinis periodontitis adalah dengan metode Guided Tissue Regenerasi atau GTR. Prosedur pembedahan memerlukan membran penahan atau penghalang yang disebut GTR yang berfungsi mencegah jaringan terluar terkelupas dan memastikan tumbuhnya sel ligamen pada area kerusakan tersebut. Membran GTR bertujuan untuk mencegah keluarnya jaringan terluar dan jaringan gingiva agar tidak tumbuh pada daerah yang tidak semestinya agar proses pertumbuhan sel di tempat yang semestinya dapat terjadi. Beberapa penemuan telah dilakukan untuk membuat GTR yang ideal. Hasil klinis penggunaan membran e-PTFE seringkali mengecewakan karena sifatnya yang tidak dapat terdegradasi sehingga diganti dengan yang baru. Selain itu membran yang tidak dapat terdegradasi juga menimbulkan biaya yang lebih tinggi, infeksi pada saat operasi dan setelah operasi. Mengingat infeksi terjadi pada saat pembedahan, kemungkinan terdapat bakteri yang menyebabkan terjadinya kondisi bakteri Multidrug Resistance (MDR), oleh karena itu diperlukan suatu teknik yang dapat membunuh bakteri pada permukaan membran secara efektif.

Saat ini sedang dikembangkan membran yang dapat terdegradasi dan memiliki sifat antibakteri, namun hasil klinis menunjukkan bahwa membran mempunyai hasil yang tidak dapat diprediksi. Salah satu bahan yang memiliki sifat aman dan dapat terdegrasi adalah polycaprolactone (PCL), selain banyak penelitian mengungkapkan bahwa nanosilver atau AgNPs memiliki sifat antibakteri. PCL dapat terdegradasi melalui proses hidrolisis yang kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui metabolisme, dimana laju degradasinya dapat diprediksi. Nanosilver adalah salah satu logam yang sangat diminati dalam diagnostik molekuler, terapi, dan beberapa prosedur medis. Penerapan nanosilver sebagai aktivitas antibakteri berpotensi memberikan solusi permasalahan bakteri resisten antibiotik. Pada penelitian ini dilakukan proses pembuatan nanosilver menggunakan mikroorganisme atau ekstrak tumbuhan seperti lidah buaya, dimana mempunyai keunggulan yaitu ramah lingkungan, sederhana, biaya rendah, dan memberikan hasil yang sangat baik. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan penambahan AgNPs melalui biosintesis menggunakan Aloe vera pada PCL sehingga membentuk membran GTR yang dapat terdegradasi dan mempunyai sifat antibakteri untuk kasus kelainan periodontal.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio, Mohammad Bagus Lazuardi, S.T., untuk mengetahui karakteristik PCL-AgNPs yang menggunakan Aloe vera melalui pengujian Fourier Transform Infra-red (FTIR), degradasi, antibakteri dan sitotoksisitas. Pengujian FTIR telah mengkonfirmasi bahwa penambahan AgNP tidak menunjukkan perubahan gugus fungsi dan menunjukkan kemampuan membran dalam menghambat bakteri dan viabilitasnya menurun seiring dengan bertambahnya jumlah AgNP. Selain itu sampel PCL-AgNP menunjukkan bahwa AgNP hanya terikat secara fisik ke PCL. Karakterisasi degradasi menunjukkan bahwa penambahan AgNP menyebabkan laju degradasi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah AgNP. Komposisi biokomposit PCLAgNPs terbaik sebagai membran GTR terdapat pada variabel dengan rasio 70/30 (v/v) dengan ukuran serat 111,6±22 nm, massa terdegradasi selama 21 hari sebesar 8,2332%, dan nilai rata-rata Kekuatan Tarik Ultimate (UTS) sebesar 4,19 ± 0,840 MPa dengan elongasi rata-rata sebesar 204%.

Berdasarkan hasil seluruh uji menunjukkan bahwa material PCL-AgNPsdapat menjadi kandidat yang potensial yang sesuai untuk aplikasi biomedis Guided Tissue Regenerasi atau GTR dalam mengatasi penyakit gigi dan mulut.

Penulis: Prihartini Widiyanti

Link jurnal: https://doi.org/10.1063/5.0136920